Bulog Semarang Sewa Gudang Tambahan Berkapasitas 20.000 Ton

Newswire
Newswire Sabtu, 31 Oktober 2026 12:17 WIB
Bulog Semarang Sewa Gudang Tambahan Berkapasitas 20.000 Ton

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang Yudha Ajipribawa (kiri) menunjukan stok beras di Gudang Tambakaji, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/10/2026)./Antara-Harianto\r\n

Harianjogja.com, SEMARANG—Perum Bulog Kantor Cabang Semarang menambah kapasitas penyimpanan beras melalui pemanfaatan gudang sewa sekitar 20.000 ton. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan stok beras hasil penyerapan gabah petani sekaligus memastikan pengelolaan cadangan beras pemerintah (CBP) berjalan optimal.

Pemimpin Bulog Kantor Cabang Semarang, Yudha Ajipribawa, mengatakan penambahan kapasitas gudang diperlukan seiring meningkatnya volume beras yang diserap sepanjang 2026. Dengan fasilitas tambahan tersebut, Bulog memiliki ruang penyimpanan lebih besar untuk menampung stok yang terus bertambah.

"Kurang lebih [untuk kapasitas gudang yang disewa] sekitar 20.000-an ton, kita perlu menambah kapasitas. Tapi dengan berjalannya stok pasti akan menyesuaikan kembali," kata Yudha, di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu.

Saat ini, Bulog Semarang mengelola stok sekitar 81.600 ton beras. Persediaan tersebut tersebar di delapan kompleks pergudangan, baik milik perusahaan maupun fasilitas yang dikelola melalui kerja sama.

Secara keseluruhan, kapasitas gudang Bulog Semarang, termasuk fasilitas sewa, mencapai sekitar 105.000 ton. Penambahan gudang sewa dinilai penting untuk mengantisipasi kenaikan stok apabila penyerapan gabah dan beras petani kembali meningkat.

Yudha menjelaskan kapasitas gudang milik Bulog sendiri belum mampu menampung seluruh kebutuhan penyimpanan. Karena itu, perusahaan menjalin kerja sama dengan pihak swasta melalui pemanfaatan jasa pergudangan.

"Kalau untuk gudang kami sendiri, ini tidak mencapai di angka 80.000 ton untuk kapasitasnya. Jadi kita menggunakan gudang-gudang lain milik swasta yang kita kerjasamakan, jasa pergudangan, sehingga bisa mencukupi karena seluruh Indonesia juga melakukan seperti itu," ujarnya lagi.

Antisipasi Lonjakan Stok Menjelang Panen Raya

Penambahan fasilitas penyimpanan dilakukan setelah Bulog berhasil meningkatkan penyerapan gabah dan beras petani. Upaya tersebut turut mendukung pencapaian target penyerapan nasional sebesar 4 juta ton, yang menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Kerja sama dengan gudang swasta menjadi salah satu strategi Bulog dalam mengelola stok. Langkah itu diperlukan karena kapasitas gudang internal belum mencukupi untuk menampung seluruh hasil penyerapan.

Ke depan, Bulog Semarang memproyeksikan kebutuhan ruang penyimpanan tetap dapat terpenuhi menjelang musim panen raya yang diperkirakan berlangsung pada Februari hingga Maret 2027. Kesiapan fasilitas pergudangan menjadi perhatian karena periode tersebut berpotensi diikuti peningkatan volume penyerapan gabah petani.

Yudha menyebut musim tanam pertama menjadi periode penting bagi pengelolaan stok. Pada masa tersebut, volume penyerapan gabah biasanya meningkat sehingga membutuhkan kesiapan gudang dan fasilitas penyimpanan yang memadai.

Selain untuk menyimpan beras hasil penyerapan, fasilitas pergudangan juga digunakan untuk mendukung pengelolaan cadangan beras pemerintah. Stok tersebut antara lain dimanfaatkan untuk bantuan pangan, stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta berbagai kebutuhan lainnya.

Bulog Semarang saat ini memperkirakan daya tahan stok beras yang dikelola mencapai sekitar empat hingga lima bulan ke depan. Selanjutnya, pengisian kembali stok akan dilakukan ketika memasuki musim panen berikutnya.

Melalui optimalisasi gudang milik sendiri dan fasilitas pergudangan hasil kerja sama, Bulog Semarang berupaya memastikan hasil panen petani dapat terserap dan tersimpan dengan baik. Ketersediaan ruang penyimpanan juga menjadi bagian penting dalam menjaga pengelolaan cadangan beras pemerintah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online