Advertisement

Pemerintah Perkuat UMKM untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem

Newswire
Kamis, 30 April 2026 - 22:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Pemerintah Perkuat UMKM untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem Ilustrasi uang / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa skema pembiayaan saja tidak cukup, melainkan harus disertai dengan pendampingan usaha yang berkelanjutan.

Menurut Maman, pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam membantu pelaku UMKM, khususnya segmen ultra mikro dan super mikro, untuk berkembang dan mandiri. Selain meningkatkan kapasitas usaha, model ini juga mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman informal yang kerap membebani.

Advertisement

“Pembiayaan yang diiringi pelatihan dan pendampingan akan menciptakan pelaku usaha yang lebih tangguh dan berdaya saing,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).

Pemerintah saat ini memperluas akses pembiayaan melalui berbagai kolaborasi strategis, salah satunya dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Program yang dijalankan PNM dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong ekonomi kerakyatan, terutama bagi kelompok masyarakat di lapisan terbawah.

Langkah ini juga sejalan dengan arahan Prabowo Subianto yang menempatkan pengentasan kemiskinan ekstrem sebagai prioritas nasional. Fokus intervensi diarahkan pada masyarakat dalam kelompok desil satu dan dua, yakni kategori sangat miskin dan miskin.

Berdasarkan data pemerintah terbaru, angka kemiskinan ekstrem di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan dan ditargetkan mendekati nol persen dalam beberapa tahun ke depan. Program pembiayaan ultra mikro menjadi salah satu pilar utama dalam mencapai target tersebut.

Maman juga meninjau langsung pelaksanaan program PNM Mekaar di Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur. Program ini menyasar perempuan pelaku usaha ultra mikro dengan memberikan akses modal sekaligus pendampingan usaha secara rutin.

Ia menilai PNM memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam menjangkau masyarakat yang selama ini sulit mengakses layanan keuangan formal. Dengan pendekatan berbasis kelompok dan pendampingan intensif, program ini mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pembiayaan tanpa edukasi tidak akan memberikan dampak maksimal. Oleh karena itu, setiap nasabah tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga pelatihan manajemen usaha, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan.

“Kekuatan ekonomi nasional bertumpu pada akar rumput. Para ibu pelaku usaha ini adalah motor penggerak ekonomi di daerah,” ujarnya.

Hingga 2026, PNM tercatat telah melayani jutaan nasabah ultra mikro di seluruh Indonesia dengan total penyaluran pembiayaan yang terus meningkat setiap tahun. Mayoritas penerima manfaat adalah perempuan yang menjalankan usaha skala kecil di sektor perdagangan dan produksi rumahan.

Dengan sinergi antara pembiayaan dan pendampingan, pemerintah optimistis UMKM dapat menjadi tulang punggung ekonomi nasional sekaligus solusi konkret dalam menekan kemiskinan ekstrem secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Pameran Seni Sesa Bhaga Jogja, Angkat Isu Lingkungan di Ruang Unik

Pameran Seni Sesa Bhaga Jogja, Angkat Isu Lingkungan di Ruang Unik

Jogja
| Kamis, 30 April 2026, 22:42 WIB

Advertisement

Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan

Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan

Wisata
| Kamis, 30 April 2026, 15:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement