Advertisement

Kecelakaan Mengintai di Rel, Pengendara Diingatkan Taat

Newswire
Kamis, 30 April 2026 - 18:27 WIB
Jumali
Kecelakaan Mengintai di Rel, Pengendara Diingatkan Taat Ilustrasi. Bisnis Indonesia/ Dedi Gunawan

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Perilaku pengendara yang tetap nekat melintasi rel kereta api meski palang sudah tertutup menjadi sorotan serius, terutama setelah rangkaian kecelakaan di perlintasan sebidang kembali terjadi.

Kondisi ini dinilai berbahaya karena risiko kecelakaan di rel kereta hampir selalu berujung fatal, bukan sekadar luka ringan.

Advertisement

Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Faizal, mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas saat melintasi rel kereta api, bahkan tanpa kehadiran petugas.

"Tidak perlu harus ada petugas atau polisi. Tanpa Pak Polisi juga harus patuh karena itu masalah untuk kepentingan kita, untuk kepentingan pribadi kita," kata Faizal dalam sebuah diskusi yang membahas kecelakaan kereta api Bekasi Timur di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.

Ia menyoroti masih banyaknya pengendara yang mengabaikan peringatan, bahkan tetap melaju saat palang pintu mulai ditutup. Dalam beberapa kasus, pengendara justru mempercepat kendaraan untuk mendahului kereta yang akan melintas.

"Bahkan di rel kereta kita lihat sendiri ada yang sudah palang ditutup, diangkat sama dia. Diangkat baru lewat," katanya.

Perilaku ini dinilai menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di perlintasan kereta, karena mengabaikan sistem pengamanan yang sebenarnya sudah dirancang untuk melindungi pengguna jalan.

Menurut Faizal, penggunaan teknologi modern pada sistem perlintasan kereta tidak akan efektif tanpa diimbangi kesadaran masyarakat. Edukasi kepada pengguna jalan dinilai tetap menjadi kunci utama untuk menekan angka kecelakaan.

Ia juga menegaskan bahwa kecelakaan antara kendaraan dan kereta api cenderung menimbulkan korban jiwa, sehingga disiplin berlalu lintas menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Sebagai perbandingan, kereta api termasuk salah satu moda transportasi paling aman selain pesawat. Namun, tingkat keselamatan tersebut sangat bergantung pada kepatuhan pengguna jalan di perlintasan sebidang.

Peristiwa kecelakaan di kawasan di Stasiun Bekasi Timur, di Jawa Barat, menjadi pengingat bahwa pelanggaran kecil di rel kereta dapat berujung pada konsekuensi besar.

"Ini menjadi pelajaran kita bersama bahwa kejadian-kejadian terkait masalah jalur kereta di perlintasan sebidang baik yang berpalang maupun tidak berpalang itu juga cukup banyak sekali," kata dia.

Dengan masih seringnya pelanggaran terjadi, peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat menjadi faktor penting agar kejadian serupa tidak terus berulang di berbagai daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

217 Aduan Daycare Little Aresha Jogja, Mayoritas Anak Alami Gangguan

217 Aduan Daycare Little Aresha Jogja, Mayoritas Anak Alami Gangguan

Jogja
| Kamis, 30 April 2026, 19:37 WIB

Advertisement

Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan

Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan

Wisata
| Kamis, 30 April 2026, 15:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement