Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Foto kelulusan siswa Madrasah Muallimat Muhammadiyah. /Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL—Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, menilai eksistensi Madrasah Muallimaat Muhammadiyah hingga memasuki usia satu abad lahir dari ketulusan para pendidik yang menjadikan dunia pendidikan sebagai jalan perjuangan dan pengabdian.
Pernyataan itu disampaikan Busyro saat memberikan amanat dalam Wisuda Pelepasan Angkatan ke-100 Madrasah Muallimaat Muhammadiyah di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (9/5/2026). Momentum tersebut sekaligus menandai perjalanan panjang Muallimaat dalam mencetak kader perempuan Muhammadiyah selama 100 tahun terakhir.
“Muallimaat tetap dipercaya umat karena ketulusan para ustaz dan ustazah yang memilih jalan pendidikan sebagai jalan kenabian, jalan yang penuh ketekunan, keikhlasan, dan pengorbanan,” ungkap Busyro.
Mantan Ketua KPK itu menyebut keberhasilan Muallimaat menjaga konsistensi pendidikan kader perempuan selama satu abad menjadi bukti tingginya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut. "Lulusan tidak cukup hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga harus mampu memadukan iman, ilmu pengetahuan, dan amal nyata di tengah masyarakat," ucapnya.
Busyro berharap para wisudawati dapat menjadi generasi penerus yang menjaga keberlangsungan dakwah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya kontribusi sosial dan kepemimpinan perempuan dalam menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Muallimaat, Mami Hajaroh, turut menyampaikan kebanggaannya terhadap angkatan ke-100 yang dinilai mencatat sejarah baru bagi madrasah tersebut. Selain bertepatan dengan peringatan satu abad Muallimaat, angkatan ini juga menjadi lulusan pertama kelas internasional yang sebagian siswinya telah diterima di perguruan tinggi luar negeri.
“Tantangan akan lebih besar ketika masuk ke lingkungan dan budaya baru di perguruan tinggi,” katanya.
Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Tri Hastuti, juga mengingatkan para lulusan agar memahami posisi strategis mereka sebagai kader inti Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Ia mengibaratkan para alumni sebagai anak panah yang harus melesat menjawab tantangan global dan perubahan zaman.
“Kalian ini adalah anak panah Muhammadiyah-‘Aisyiyah yang akan bergerak menjawab tantangan zaman,” pesannya.
Apresiasi terhadap angkatan ke-100 juga datang dari perwakilan wali santri, Dani Wahyudi. Ia menilai para siswi berhasil menunjukkan daya tahan dan kemampuan beradaptasi setelah melewati masa pendidikan di tengah pandemi Covid-19 serta perubahan kebijakan pendidikan yang berlangsung dinamis.
Direktur Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Unik Rosyidah, mengingatkan para lulusan kelas VI agar tumbuh menjadi perempuan berilmu luas, berakhlak anggun, serta tetap kokoh memegang nilai keislaman di tengah tantangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Unik dalam prosesi pelepasan siswi kelas VI Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta yang berlangsung penuh haru dan kebanggaan. Momen itu menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan para siswi selama enam tahun di lingkungan madrasah.
Menurut Unik, keberhasilan para siswi menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari dukungan dan ketulusan para orang tua yang selama ini mempercayakan pendidikan putri mereka kepada Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.
"Hari ini adalah momentum di mana air mata perjuangan berubah menjadi senyum kebanggaan. Kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh orang tua siswa kelas VI atas kepercayaan dan kerja samanya. Tahun ini kami meluluskan 206 siswa," ujar Unik dalam sambutannya.
Unik menilai para lulusan merupakan generasi perempuan yang dipersiapkan menjadi cahaya di tengah masyarakat. Ia berharap para siswi mampu mengambil peran penting di berbagai bidang profesi, mulai dari ulama, pendidik, pemimpin, dokter, hingga pengusaha.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kehidupan setelah lulus akan menghadirkan tantangan yang lebih kompleks. Pengaruh gaya hidup, perkembangan teknologi, hingga arus pemikiran yang semakin terbuka dinilai dapat memengaruhi cara pandang generasi muda terhadap nilai agama dan kehidupan sosial.
"Kuatkanlah iman dan jagalah ilmu kalian. Keduanya adalah teman perjalanan yang sangat penting agar kehidupan kalian tetap terarah dan tidak kehilangan arah," pesannya kepada para lulusan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Lonjakan penumpang KA Daop 6 Yogyakarta naik hingga 91% saat libur panjang. KAI tambah 7 perjalanan kereta.
DPRD DIY soroti dokumen renovasi Mandala Krida yang belum lengkap. MC-0 dan DED 2026 terancam tertunda.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Mei 2026 lengkap di Alun-Alun Kidul, Sasono Hinggil, dan MPP. Cek lokasi, jam, dan syarat perpanjangan SIM A dan C terbaru.