Advertisement
Selat Hormuz Dibuka, Misi Internasional Segera Digelar
Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, Selasa (30/4/2019). ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz - aa.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Stabilitas jalur pelayaran global di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian dunia. Inggris dan Prancis menyatakan kesiapan untuk memimpin operasi internasional guna memastikan arus kapal dagang tetap aman, terutama setelah tercapainya gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya kolektif menjaga stabilitas perdagangan global. Ia menyebut, operasi tersebut akan dilaksanakan bersama Prancis dan melibatkan sejumlah negara lain yang telah menyatakan dukungan.
Advertisement
Menurut Starmer, misi ini bersifat defensif dan difokuskan pada pengamanan jalur pelayaran serta penanganan potensi ancaman seperti ranjau laut. Ia juga mengundang negara-negara lain untuk turut bergabung dalam inisiatif tersebut, mengingat pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur distribusi energi dunia.
Sekitar seperlima pasokan minyak global diketahui melintasi wilayah ini, sehingga gangguan sekecil apa pun dapat berdampak luas terhadap perekonomian internasional. Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan di kawasan meningkat menyusul aksi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya, yang kemudian dibalas oleh Iran.
BACA JUGA
Situasi sempat memanas ketika Angkatan Laut AS melakukan pembatasan terhadap aktivitas pelayaran di sekitar pelabuhan Iran. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran akan terganggunya rantai pasok energi, meskipun kapal non-Iran masih diizinkan melintas dengan syarat tertentu.
Di tengah situasi tersebut, Iran kemudian mengumumkan pembukaan kembali akses Selat Hormuz untuk kapal komersial selama masa gencatan senjata berlangsung. Langkah ini disambut positif oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai sinyal meredanya ketegangan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui juru bicaranya menilai keputusan tersebut sebagai langkah konstruktif yang dapat memperkuat kepercayaan antarnegara. PBB juga menegaskan pentingnya menjaga kebebasan navigasi serta melanjutkan jalur diplomasi.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kebijakan pembatasan terhadap pelabuhan Iran belum sepenuhnya dicabut. Ia menegaskan langkah tersebut akan tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan final antara kedua negara.
Dengan dinamika yang masih berkembang, keterlibatan komunitas internasional dinilai krusial untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka dan aman. Upaya bersama ini diharapkan mampu mencegah eskalasi konflik lebih lanjut sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Hukuman Mati Dihapus, Dunia Soroti Motif Myanmar
- Indonesia Didorong Perkuat Rantai Pasok Hadyu Nasional
- Jadwal KRL Solo-Jogja 18 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
- Jembatan Baru di Sinduadi Dibuka, Mobilitas dan Distribusi Lancar
- Kereta Gantung Prambanan Disetujui, Investasi Rp200 Miliar
- Harga Minyak Anjlok 10 Persen, BBM Berpeluang Turun
- Tangani Konflik dan Pasung, Jogja Siapkan Kampung REDAM
Advertisement
Advertisement





