Advertisement

G20 Sepakat Bantu Negara Miskin Terdampak Konflik

Newswire
Jum'at, 17 April 2026 - 12:47 WIB
Abdul Hamied Razak
G20 Sepakat Bantu Negara Miskin Terdampak Konflik Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Para menteri keuangan dari negara-negara anggota G20 mencapai kesepahaman untuk memperkuat dukungan finansial dan bantuan kemanusiaan bagi negara miskin yang terdampak konflik di Timur Tengah. Kesepakatan ini mengemuka dalam pertemuan yang digelar di Washington, Amerika Serikat, Kamis (16/4/2026).

Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menyebut terdapat “pemahaman bersama” di antara para peserta terkait pentingnya intervensi global untuk membantu negara-negara rentan. Selain isu bantuan, forum juga membahas ketimpangan ekonomi global yang semakin terasa akibat ketidakstabilan geopolitik.

Advertisement

Sorotan Dampak Konflik Timur Tengah

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengingat Negeri Paman Sam tengah memegang presidensi G20 tahun ini. Agenda pembahasan berlangsung di sela pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.

Dalam diskusi, Bessent menyoroti dampak serius konflik terhadap negara-negara berkembang, terutama terkait meningkatnya kerawanan pangan dan potensi krisis pupuk. Kondisi tersebut dinilai dapat memperburuk situasi ekonomi global jika tidak segera ditangani secara kolektif.

Selain itu, Amerika Serikat juga menyampaikan sikapnya terhadap konflik dengan Iran, termasuk dorongan agar negara-negara G20 memperkuat koordinasi dalam penerapan sanksi terhadap Teheran.

Tanpa Pernyataan Bersama

Meski menghasilkan kesepahaman, pertemuan ini tidak diakhiri dengan pernyataan bersama resmi. Hal ini mencerminkan masih adanya perbedaan pandangan di antara negara anggota, khususnya terkait isu geopolitik.

Sherpa G20 Rusia, Svetlana Lukash, menegaskan bahwa forum G20 seharusnya tetap berfokus pada isu ekonomi. Ia menyebut pembahasan geopolitik lebih tepat dilakukan dalam forum menteri luar negeri.

“G20 bukan tempat untuk membahas isu geopolitik,” ujarnya.

Agenda KTT G20 2026

Ke depan, Amerika Serikat berencana menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Desember 2026 di Miami. Pertemuan tersebut diproyeksikan akan menitikberatkan pada stabilitas ekonomi global, termasuk pemulihan pascakrisis dan penguatan kerja sama internasional.

Namun, dinamika politik tetap membayangi jalannya forum. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Afrika Selatan tidak akan diundang dalam rangkaian pertemuan G20 selama masa presidensi AS.

Pernyataan tersebut memicu perhatian karena menyinggung isu sensitif terkait kebijakan domestik Afrika Selatan, termasuk tudingan diskriminasi terhadap kelompok tertentu.

Tantangan Global Makin Kompleks

Situasi ini menunjukkan bahwa meski G20 berupaya fokus pada isu ekonomi, realitas geopolitik tetap sulit dipisahkan. Konflik regional, ketegangan antarnegara, hingga perbedaan kepentingan nasional menjadi tantangan tersendiri dalam membangun konsensus global.

Meski demikian, komitmen untuk membantu negara miskin menjadi sinyal positif bahwa kerja sama internasional masih menjadi kunci dalam menghadapi krisis global yang semakin kompleks.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Terseret Kenaikan Debit Air, Lima Warga Terjebak di Kali Progo

Terseret Kenaikan Debit Air, Lima Warga Terjebak di Kali Progo

Kulonprogo
| Jum'at, 17 April 2026, 15:17 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement