Advertisement
Seluruh Korban Heli PK-CFX di Kalbar Ditemukan, Evakuasi Berlanjut
Personel Batalyon Komando 466 Pasukan Gerak Cepat (Yonko 466 Pasgat) mengangkat kantong jenazah di bandara Supadio Pontianak. ANTARA - HO/Landud Supadio
Advertisement
Harianjogja.com, PONTIANAK—Proses evakuasi korban kecelakaan helikopter PK-CFX milik Matthew Air Nusantara di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, terus berlanjut. Tim gabungan dari militer dan penyelamat bergerak cepat mengevakuasi seluruh korban menuju Bandara Supadio menggunakan helikopter jenis Airbus H225M Caracal.
Komandan Yonko 466 Pasgat, Adim Dwi Prasanda, menyampaikan bahwa seluruh korban dalam insiden tersebut telah ditemukan. Namun, seluruhnya dalam kondisi meninggal dunia.
Advertisement
“Informasi terakhir yang kami terima, semua korban sudah ditemukan. Saat ini proses evakuasi masih berjalan, termasuk pengamanan bagian helikopter di lokasi kejadian,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Evakuasi Libatkan Tim Gabungan
BACA JUGA
Dalam proses pemindahan jenazah dari lokasi jatuhnya helikopter di wilayah hutan Sekadau, tim mengerahkan personel gabungan. Selain unsur dari Yonko 466 Pasgat, operasi ini juga melibatkan Basarnas yang turut mendampingi dalam setiap tahap evakuasi.
Pengangkutan jenazah dilakukan secara bertahap menggunakan helikopter, mengingat medan lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Dalam setiap penerbangan, personel khusus disertakan untuk memastikan proses berjalan aman dan sesuai prosedur.
Medan Sulit dan Cuaca Jadi Tantangan
Operasi evakuasi tidak berjalan mudah. Tim SAR gabungan harus menghadapi medan hutan yang terjal serta perubahan cuaca yang cepat. Kondisi tersebut menjadi faktor utama yang memengaruhi kecepatan proses evakuasi maupun pengumpulan serpihan pesawat.
Menurut Adim, keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama di tengah tekanan untuk menyelesaikan misi dengan cepat.
“Kami tetap siaga penuh. Jika diperlukan, penambahan personel akan dilakukan agar proses berjalan maksimal tanpa mengabaikan faktor keselamatan,” katanya.
Serpihan Dikumpulkan untuk Investigasi
Selain mengevakuasi korban, tim juga fokus mengamankan berbagai bagian helikopter yang ditemukan di lokasi kejadian. Serpihan tersebut akan menjadi bahan penting dalam proses investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
Sejak awal, pencarian dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI, serta unsur penyelamat lainnya. Korban pertama kali ditemukan oleh tim darat yang menyisir area hutan setelah menerima laporan hilang kontak.
Proses Berlanjut Hingga Tuntas
Hingga kini, operasi di lapangan masih terus berlangsung. Fokus tidak hanya pada pemindahan seluruh korban, tetapi juga memastikan semua bagian penting dari helikopter berhasil diamankan.
Proses investigasi lanjutan akan dilakukan oleh pihak berwenang setelah seluruh material dan data di lapangan terkumpul.
Dengan kondisi medan yang menantang dan cuaca yang tidak menentu, operasi ini menjadi salah satu misi evakuasi yang membutuhkan koordinasi tinggi lintas instansi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Ungkap Kronologi Kebakaran Tewaskan Satu Keluarga di Jakbar
- TNI AD Kerahkan 209 Personel Evakuasi Heli Jatuh di Kalbar
- Wajah TNI Tersangka Teror Air Keras Akan Terungkap di Sidang
- Kejagung: Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terima Suap Rp1,5 Miliar
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
Advertisement
Meninggal di Hong Kong, Jenazah Pekerja Migran Sleman Tiba di Godean
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DIY Masuk Fase Akhir Siklus Gempa Besar, Warga Diminta Waspada
- Harga Kedelai Melonjak, Ancaman Cabut Izin Menguat
- Wajah TNI Tersangka Teror Air Keras Akan Terungkap di Sidang
- Jejak Pencuri Gamelan di Jogja Terungkap Setelah Aksi Kedua
- Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih 2026, Cek Syarat dan Linknya
- PLN Beri Diskon Tambah Daya Listrik Setengah Harga Saat WFH
- Uang Miliaran dan Emas Disita dari Kantor Tersangka TPPU
Advertisement
Advertisement







