Advertisement

Era AI, Lulusan Diminta Jaga Integritas di Industri Pariwisata Global

Newswire
Kamis, 16 April 2026 - 16:12 WIB
Sunartono
Era AI, Lulusan Diminta Jaga Integritas di Industri Pariwisata Global Di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), lulusan perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya cakap secara digital. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), lulusan perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga tetap membumi dengan etika dan integritas.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) V DIY Profesor Setyabudi Indartono mengatakan dunia pariwisata saat ini sedang mengalami transformasi radikal. Masuknya AI dan digitalisasi ke sektor pariwisata mengharuskan layanan menjadi lebih personal dan efisien tanpa mengesampingkan prinsip keberlanjutan.

Advertisement

Ia menekankan bahwa tantangan lulusan kini telah bergeser ke panggung global yang dinamis. Teknologi tidak boleh dianggap sebagai momok, melainkan alat untuk memberikan nilai tambah. Pemimpin pariwisata masa depan adalah mereka yang mampu menyelaraskan kecanggihan mesin dengan ketulusan keramahan manusia (hospitality).

"Lulusan perguruan tinggi saat ini berdiri di ambang pintu dunia yang sedang bertransformasi secara radikal," ujarnya dalam wisuda Stipram, Kamis (16/4/2026).

Selain penguasaan teknologi, pentingnya menjaga kearifan lokal. Alumni diharapkan memiliki ketahanan mental (resilience), empati, serta kemampuan komunikasi lintas budaya untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner).

"Di dunia profesional, kepintaran mungkin akan membawa saudara ke puncak, namun hanya integritas dan kejujuran yang akan menjaga saudara tetap berada di sana. Jadilah pribadi yang dapat dipercaya dalam setiap tindakan," katanya.

Ketua Stipram, Suhendroyono, melaporkan bahwa pada periode ini institusi meluluskan 99 orang. Rinciannya terdiri dari 2 lulusan Program Doktor Pariwisata, 21 lulusan Magister Pariwisata, dan 76 lulusan Sarjana Pariwisata.

Menariknya, sebanyak 16 lulusan telah mengantongi sertifikasi internasional Certified Guest Service Professional (CGSP) dari American Hotel and Lodging Institute (AHLEI), Amerika Serikat. Hal ini membuktikan bahwa kompetensi lulusan telah memenuhi standar global.

Suhendroyono menjelaskan bahwa tema wisuda kali ini, yakni Innovation, Sustainability, and Trust, merupakan representasi dari nilai inti yang ditanamkan. "Melalui semangat inovasi, keberlanjutan, dan kepercayaan, diharapkan para lulusan mampu menjadi insan akademik dan profesional yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki integritas," jelasnya.

Ia memastikan semua lulusan telah memiliki pengalaman ke luar negeri melalui program magang. Pasalnya magang di luar negeri menjadi syarat wajib bagi seluruh mahasiswanya. Kebijakan itu memberikan dampak positif bagi mahasiswa karena memiliki bekal industri di luar negeri.

"Selain mahasiswa juga dosen wajib harus ke luar negeri. Ketika mahasiswa pemikirannya standar global maka dosennya juga harus demikian," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Terseret Kenaikan Debit Air, Lima Warga Terjebak di Kali Progo

Terseret Kenaikan Debit Air, Lima Warga Terjebak di Kali Progo

Kulonprogo
| Jum'at, 17 April 2026, 15:17 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement