Advertisement

BMKG Turunkan Tim ke Maluku Utara dan Sulut Usai Gempa M 7,6

Newswire
Kamis, 02 April 2026 - 13:07 WIB
Abdul Hamied Razak
BMKG Turunkan Tim ke Maluku Utara dan Sulut Usai Gempa M 7,6 Seismograf gempa bumi - Ilustrasi - StockCake

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengerahkan tim ahli ke Maluku Utara dan Sulawesi Utara untuk meneliti dampak gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang kawasan tersebut pada Kamis (2/4/2026) pagi.

Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengatakan tim akan fokus melakukan pemetaan dampak serta memantau aktivitas gempa susulan yang masih terus terjadi.

Advertisement

“Kami melakukan survei gempa merusak, termasuk pemetaan makroseismik dan mikroseismik,” ujarnya dalam konferensi pers.

Ia menjelaskan, pemetaan makroseismik digunakan untuk mengidentifikasi sebaran kerusakan akibat gempa, sementara mikroseismik berfungsi memonitor aktivitas gempa susulan. BMKG juga akan memasang alat portable seismograph di sejumlah titik untuk memperkuat pemantauan aktivitas seismik di wilayah terdampak.

Menurutnya, data gempa mikro sangat penting untuk mengetahui perkembangan aktivitas tektonik, termasuk memperkirakan kapan rangkaian gempa susulan akan mereda.

Sementara itu, Pelaksana Harian Direktur Seismologi Teknik-Geopotensial BMKG, Fakhri, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terkait kondisi bangunan pascagempa.

Warga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami retakan sebelum dipastikan aman oleh petugas, mengingat hingga pukul 09.50 WIB tercatat sedikitnya 48 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 5,5.

“Perlu dicek kondisi struktur bangunan, terutama jika terdapat tanda-tanda tidak stabil,” ujarnya.

Di lapangan, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan patroli mitigasi. Wakapolda Sulawesi Utara, Awi Setiyono, memastikan situasi secara umum masih terkendali dan potensi tsunami telah terlewati.

“Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada. Kita berada di wilayah ring of fire, sehingga gempa susulan bisa saja terjadi kapan saja,” katanya.

Ia juga mengingatkan warga untuk segera keluar dari bangunan saat merasakan guncangan kuat dan menghindari bangunan yang rusak. Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Polisi bersama instansi terkait juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi terdampak, termasuk di Gedung KONI Sario, Manado, yang dilaporkan mengalami kerusakan serius hingga menyebabkan satu korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini memiliki magnitudo awal 7,6 dengan episenter di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 33 kilometer. Hingga kini, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kondisi tetap aman bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kisah di Balik 3.000 Pamong Gunungkidul di Kirab HUT Sultan HB X

Kisah di Balik 3.000 Pamong Gunungkidul di Kirab HUT Sultan HB X

Jogja
| Kamis, 02 April 2026, 17:07 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement