Advertisement
Iran Izinkan Kapal Pakistan Lintasi Selat Hormuz di Tengah Konflik
Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, KARACHI—Kementerian Pelabuhan dan Perkapalan Pakistan mengonfirmasi bahwa pemerintah Iran telah memberikan izin khusus bagi dua kapal kargo mereka untuk melintasi Selat Hormuz, Sabtu (28/3/2026).
Kedua kapal tersebut, Multan dan P-Aliki, sebelumnya sempat tertahan setelah militer Iran memperketat kontrol di jalur pasokan minyak global paling strategis tersebut awal Maret ini. Langkah Teheran ini dinilai sebagai bentuk pelonggaran terbatas di tengah blokade total yang dipicu oleh eskalasi perang di Timur Tengah.
Advertisement
Kapal Multan dan P-Aliki dilaporkan membawa kargo penting serta 80 juta liter minyak mentah yang sangat dibutuhkan oleh industri energi Pakistan. Sumber internal menyebutkan bahwa kapal-kapal tersebut kini telah berhasil keluar dari selat dan sedang berlayar menuju pelabuhan Karachi dengan pengawalan militer Iran hingga melewati garis perbatasan.
"Pemerintah Iran tidak hanya mengizinkan kedua kapal untuk melintasi selat, tetapi juga mengawal kapal-kapal tersebut hingga melewati garis perbatasan," ungkap sumber yang mengetahui proses evakuasi tersebut.
BACA JUGA
Pembebasan kedua kapal ini merupakan hasil dari upaya mediasi intensif yang dipimpin oleh Islamabad bersama Turki dan Mesir.
Ketiga negara tersebut terus berupaya meredam konflik yang semakin memanas guna menjaga stabilitas pasar global dan keamanan jalur maritim. Kejadian ini merupakan kali kedua Teheran memberikan pengecualian bagi Pakistan, setelah sebelumnya sebuah kapal tanker minyak diizinkan melintas pada 16 Maret lalu.
Situasi di kawasan Teluk tetap berada dalam status siaga tertinggi sejak serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan drone dan rudal masif yang menargetkan Israel serta pangkalan militer AS di Yordania, Irak, dan sejumlah negara Teluk lainnya.
Konflik terbuka ini telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah dan gangguan besar pada jalur penerbangan serta distribusi energi dunia.
Dengan perkiraan tiba di Karachi pada 31 Maret mendatang, tibanya kapal Multan dan P-Aliki diharapkan dapat sedikit meredakan tekanan stok minyak mentah di Pakistan. Namun, stabilitas di Selat Hormuz secara keseluruhan masih sangat rentan terhadap serangan balasan susulan dari pihak-pihak yang bertikai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks 28 Maret dari Jogja ke Kutoarjo, Ini Rinciannya
- Empat Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 28 Maret 2026
- Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
- HUT ke-22 Tagana Sleman: Danang Maharsa Puji Dedikasi Relawan
- Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
- Volume Surat Menyurat Turun 40 Persen, Ini Strategi Kantor Pos Jogja
- Angin Kencang di Prambanan: Belasan Rumah Rusak dan Joglo Roboh
Advertisement
Advertisement








