Advertisement
Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
Sekolah Rakyat yang tuntas direnovasi oleh Nindya Karya. ANTARA - HO/Nindya Karya
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pembangunan ratusan Sekolah Rakyat di berbagai daerah kini dipercepat agar bisa digunakan pada awal tahun ajaran baru 2026/2027. Pemerintah menargetkan sebagian besar proyek tahap dua rampung sebelum Juli, sehingga fasilitas pendidikan tersebut langsung dimanfaatkan oleh siswa dari keluarga kurang mampu.
Per 23 Maret 2026, progres pembangunan tahap kedua secara nasional telah mencapai 17,04 persen. Meski berjalan, sejumlah kendala masih muncul di lapangan, seperti persoalan lahan di Aceh Singkil dan akses jalan di Lampung Timur.
Advertisement
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 unit Sekolah Rakyat permanen tahap dua sudah dalam proses konstruksi. Seluruhnya ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026.
“Pada awal tahun 2026, dari 104 lokasi, sebanyak 101 lokasi Sekolah Rakyat permanen tahap dua sudah proses pembangunan dan dijadwalkan selesai pada 20 Juni 2026,” kata Qodari di Jakarta, Rabu (25/6/2026).
BACA JUGA
Pemerintah memprioritaskan penyelesaian proyek ini agar bisa langsung digunakan saat tahun ajaran baru dimulai pada Juli. Pembangunan tersebut tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.
Rinciannya, terdapat 40 lokasi di Pulau Jawa, 26 lokasi di Sumatera, 12 lokasi di Kalimantan, dan 16 lokasi di Sulawesi. Selain itu, masing-masing tiga lokasi berada di Bali, Nusa Tenggara, dan Papua, serta empat lokasi di Kepulauan Maluku.
“Sebaran ini mencerminkan upaya pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan infrastruktur pendidikan di berbagai wilayah termasuk daerah tertinggal dan kepulauan,” ujar Qodari.
Untuk menjaga target tetap tercapai, Kantor Staf Presiden bersama Kementerian Pekerjaan Umum terus melakukan koordinasi intensif dengan penyedia jasa dari BUMN karya dan pihak swasta. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi hambatan administratif maupun sosial di lapangan.
“Rapat koordinasi ini menghasilkan pemetaan masalah secara jelas dan tepat untuk dapat diurai melalui rapat koordinasi lanjutan dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah,” tuturnya.
Program Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk melayani masyarakat paling rentan pada kategori desil satu dan dua. Setiap unit sekolah memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa, sebagai bagian dari target pembangunan total 500 sekolah hingga 2029.
Selain pembangunan fisik, dukungan tenaga pengajar juga telah disiapkan. Saat ini, sebanyak 2.304 guru serta 4.760 tenaga kependidikan dan medis telah disiagakan untuk menunjang operasional sekolah-sekolah tersebut.
Dengan percepatan ini, pemerintah berharap akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan dapat segera diperluas seiring kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kepuasan Publik ke Trump Turun, Dipicu BBM dan Konflik Iran
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
Advertisement
Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Besok Masuk Kerja ASN Bantul Diminta Tancap Gas Meski WFA
- Stok Pangan di Jogja Melimpah Saat Permintaan Lebaran Naik
- Kapal Terombang Ambing di Laut Kepulauan Seribu, Penumpang Dievakuasi
- Puncak Arus Balik Penumpang Kereta di Jogja Tembus Puluhan Ribu
- Status Tahanan Yaqut Berubah-Ubah KPK Diminta Terbuka
- Sepi Saat Lebaran Antrean Pengunjung Tamansari Tak Lagi Mengular
- Minuman Harian Ini Disebut Bantu Tekan Lemak Perut
Advertisement
Advertisement







