Advertisement
Peta Baru Pendidikan Nasional, Sekolah Rakyat Dibangun Massal
Sekolah Rakyat yang tuntas direnovasi oleh Nindya Karya. ANTARA - HO/Nindya Karya
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kesenjangan akses pendidikan di wilayah miskin dan terpencil masih menjadi tantangan nasional. Pemerintah pusat kini menyiapkan lompatan besar melalui pembangunan Sekolah Rakyat permanen secara masif di seluruh Indonesia. Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menegaskan, program ini dijalankan mengikuti arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dengan target penambahan 100 Sekolah Rakyat setiap tahun.
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan hal tersebut di Surabaya, Sabtu (17/1/2026).
Advertisement
“Setiap tahun kami tambah 100 [Sekolah Rakyat]. Insyaallah sesuai targetnya presiden. 100 SR permanen,” ungkapnya.
Gus Ipul menjelaskan, bangunan Sekolah Rakyat permanen dirancang mampu menampung 300 hingga 500 siswa. Keberadaan gedung permanen diharapkan dapat menyerap lebih banyak peserta didik dari keluarga desil 1 atau kelompok masyarakat paling kurang mampu.
BACA JUGA
“Jadi, nanti ini kalau yang gedung permanen itu yang sudah jadi ya lengkap ya, gedung permanen itu 500–300 siswa. SD 100, SMP 100, SMA 100,” bebernya.
Saat ini, kapasitas Sekolah Rakyat di berbagai daerah belum merata karena sebagian besar masih menggunakan bangunan sementara. Kondisi itu membatasi daya tampung peserta didik.
“Sekarang ini kan ada yang [kapasitasnya] 50, ada yang 25, tergantung kapasitas gedungnya karena gedungnya masih gedung sementara, belum gedung permanen,” ucapnya.
Ia menambahkan, apabila gedung permanen telah berdiri, kapasitas Sekolah Rakyat dapat menampung lebih dari 1.000 siswa. Setiap tahun, sekolah tersebut bisa menerima 300 peserta didik baru, terdiri atas 100 siswa SD, 100 siswa SMP, dan 100 siswa SMA.
“Kalau gedungnya sudah permanen nah, tadi kan gambarnya sudah jelas. Itu kapasitasnya per tahun kita bisa nerima 300. Berarti kalau sampai 3 tahun kapasitas penuh itu kira-kira bisa 1.000 lebih. SD, SMP itu,” sambungnya.
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu juga menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat akan difokuskan ke wilayah 3T, tertinggal, terdepan, dan terluar, sebagai strategi pemerataan pendidikan nasional.
Menurut Gus Ipul, di setiap daerah ditargetkan berdiri minimal satu Sekolah Rakyat permanen yang mampu menampung sedikitnya 1.000 siswa jenjang SD dan SMP.
“Sekarang di wilayah-wilayah 3T sudah ada, kayak di Natuna, di Anambas kita juga ada, di Maluku juga ada. Jadi, di daerah-daerah terluar juga kita sudah mulai rintis, dan pada akhirnya nanti setiap kabupaten setidak-tidaknya memiliki satu sekolah [rakyat]. Menampung 1.000 siswa SD, SMP,” pungkasnya.
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat permanen ini akan memperluas jangkauan layanan pendidikan dasar di wilayah terpencil, seiring penguatan infrastruktur pendidikan di daerah yang selama ini masih mengandalkan fasilitas sementara dan terbatas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kebijakan WFH Final, Menkeu Purbaya Sebut Pengumuman Segera Dilakukan
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement






