Advertisement
Trump Ultimatum Iran, Buka Selat Hormuz atau Pembangkit Dihancurkan
Donald Trump / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ultimatum keras kepada Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz bagi kapal komersial dalam kurun waktu 48 jam. Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik terbesar di Iran jika Teheran tidak mematuhi tenggat waktu tersebut guna memulihkan jalur distribusi energi global.
Dalam pernyataan di platform Truth Social, Trump mengancam akan “menghantam dan menghancurkan” pembangkit listrik Iran, dimulai dari yang terbesar, jika Teheran tidak segera membuka jalur strategis tersebut. Pernyataan itu menandai eskalasi signifikan dalam retorika Washington, hanya sehari setelah Trump menyebut tengah mempertimbangkan untuk mengurangi operasi militer di kawasan dan menyerahkan pengamanan selat kepada negara-negara pengguna jalur tersebut.
Advertisement
Ketegangan yang meningkat telah menekan arus distribusi energi global. Selat Hormuz, yang menjadi jalur transit sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia, kini nyaris lumpuh akibat ancaman konflik.
Dampaknya, harga minyak melonjak tajam dengan kontrak acuan global Brent crude ditutup di level US$112,19 per barel pada Jumat (20/3/2026). Situasi ini memperbesar risiko gangguan pasokan energi global, terutama setelah serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan semakin meluas.
BACA JUGA
Israel sebelumnya menyerang ladang gas South Pars, sementara Iran membalas dengan menargetkan fasilitas LNG di Qatar. Di sisi lain, konflik yang telah memasuki pekan keempat juga meningkatkan tensi militer langsung antara kedua negara.
Iran melancarkan serangan rudal ke wilayah selatan Israel sebagai balasan atas serangan terhadap fasilitas nuklirnya. Otoritas Israel melaporkan lebih dari 100 orang terluka akibat rangkaian serangan tersebut.
Melansir Bloomberg, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa operasi militer gabungan akan ditingkatkan secara signifikan, menyusul serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS-Inggris di Diego Garcia yang berjarak sekitar 4.000 kilometer dari wilayah Iran.
Meski tidak menimbulkan kerusakan, serangan itu dinilai menunjukkan peningkatan kapabilitas militer Teheran. Di tengah lonjakan harga energi, pemerintah AS juga mengambil langkah tidak biasa dengan mengizinkan penjualan minyak dan produk petrokimia Iran yang sebelumnya telah dimuat ke kapal tanker, meskipun masih berada dalam rezim sanksi.
Lonjakan harga energi tersebut turut menjadi tekanan politik bagi Trump menjelang pemilu paruh waktu, yang diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh persepsi publik terhadap kondisi ekonomi dan biaya hidup. Meski produksi minyak dan gas domestik AS berada pada level tinggi, guncangan pasokan dari kawasan Timur Tengah tetap berdampak luas terhadap harga global.
Sinyal kebijakan yang berubah-ubah dari Washington pun membuat pelaku pasar dan pemerintah di berbagai negara kesulitan mengantisipasi arah kebijakan berikutnya. Trump sebelumnya sempat menyatakan bahwa AS hampir mencapai tujuannya di Timur Tengah dan tengah mempertimbangkan untuk mengurangi operasi militer.
Namun, di sisi lain, upaya Washington untuk mengajak sekutu membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz belum membuahkan hasil, bahkan menuai penolakan dari sejumlah anggota NATO. Konflik yang terus memanas ini mempertegas tingginya risiko geopolitik terhadap stabilitas pasokan energi global, sekaligus menjaga volatilitas harga minyak dalam jangka pendek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
- Idulfitri Jadi Kesempatan Baik Saling Hargai Perbedaan
Advertisement
47 Tahun BBPPMT Yogyakarta, Membangun Transmigrasi Masa Kini
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Konflik Timteng Picu Kerugian Maskapai Global hingga Rp900 Triliun
- Posko Ramah Pemudik Gereja Aloysius Gonzaga Dibuka hingga H+5 Lebaran
- Dana Desa Tahap 1 Mulai Disalurkan April di Bantul
- Peternak Gunungkidul Dapat Santunan Saat Ternak Mati Mendadak
- Botol Obat Ibuprofen Anak Tercemar, Ditarik Besar Besaran di AS
- Momentum Lebaran Harga Emas Antam Tidak Berubah, Ini Daftarnya
- Presiden Prabowo Peluk Warga saat Open House Idulfitri di Istana
Advertisement
Advertisement








