Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Korupsi Tata Kelola MBG
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuai gelombang kritik tajam setelah menyebut Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan dibandingkan penguasa Mongol, Genghis Khan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai pernyataan tersebut sangat mencolok karena meremehkan sosok suci di tengah ketergantungan Israel pada dukungan umat Kristen. Mengutip Kantor Berita Anadolu pada Sabtu (21/3/2026), pernyataan itu dikeluarkan Netanyahu dalam pertemuan yang disiarkan televisi dengan media asing.
Ia mengatakan Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan dibandingkan Genghis Khan jika suatu pihak cukup kuat, kejam, dan berkuasa. “Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan dibanding Genghis Khan. Sebab, jika seseorang cukup kuat, cukup kejam, dan cukup berkuasa, maka kejahatan akan mengalahkan kebaikan. Agresi akan mengalahkan moderasi," katanya dalam acara tersebut.
Pernyataan Netanyahu memicu gelombang kritik di media sosial dari berbagai kalangan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan sikap Netanyahu yang dinilai meremehkan Yesus Kristus merupakan hal yang mencolok.
“Bagi seorang tokoh yang sangat bergantung pada dukungan umat Kristen di Amerika Serikat, sikap meremehkan Yesus Kristus secara terbuka dari Netanyahu sangat mencolok,” tulis Araghchi di platform media sosial X seraya mengunggah video berisi pernyataan Netanyahu.
Araghchi juga mengkritik pujian Netanyahu terhadap Genghis Khan yang disebutnya sebagai pembantai terburuk yang pernah ada dalam sejarah. Menurutnya, pujian tersebut juga sejalan dengan status Netanyahu saat ini yang disebutnya sebagai penjahat perang yang sedang diburu.
Pendeta Lutheran Palestina dari Bethlehem, Munther Isaac, menyebut pernyataan Netanyahu menyinggung dalam banyak aspek. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak hanya membandingkan Yesus dengan Genghis Khan, tetapi juga menyiratkan bahwa ajaran Yesus bersifat naif, sementara pendekatan kekuatan dan kekerasan dianggap sebagai cara untuk mengalahkan kejahatan.
“Netanyahu dan para pendukung Zionis Kristen membuat etika ajaran Yesus seolah-olah menjadi bahan olok-olok,” ujarnya dikutip dari South China Morning Post.
Adapun, Netanyahu menolak tudingan bahwa dirinya menyinggung umat Kristen dengan pernyataan tersebut. Melalui unggahan di media sosial, Netanyahu menegaskan pernyataannya tidak dimaksudkan untuk merendahkan Yesus.
“Lebih banyak berita palsu tentang sikap saya terhadap umat Kristen, yang dilindungi dan berkembang di Israel. Saya tegaskan: saya tidak merendahkan Yesus Kristus dalam konferensi pers saya,” tulis Netanyahu.
Dia menjelaskan bahwa pernyataan tersebut merujuk pada pandangan sejarawan Amerika Will Durant. “Durant, seorang pengagum besar Yesus Kristus, menyatakan bahwa moralitas saja tidak cukup untuk menjamin kelangsungan hidup,” ujarnya.
Menurutnya, sebuah peradaban yang secara moral lebih unggul tetap dapat runtuh jika menghadapi musuh yang kejam dan memiliki kekuatan lebih besar. “Peradaban yang lebih bermoral masih bisa jatuh oleh musuh yang kejam jika tidak memiliki kekuatan untuk membela diri. Tidak ada maksud menyinggung,” kata Netanyahu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Top skor Nations League 2026/2027 sementara dipimpin empat pemain, termasuk Lamine Yamal dan Erling Haaland yang sama-sama mengoleksi 3 gol.
Profil Timnas Bangladesh yang akan menghadapi Indonesia pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk Hamza Choudhury, Shamit Shome, dan Thomas Dooley
BI DIY mencatat pengguna QRIS mencapai 1,20 juta hingga Agustus 2026. Jumlah merchant 1,17 juta dengan transaksi Rp6,85 triliun.
BGN mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari penerima MBG. Sekolah internasional dan yang dinilai mampu menjadi bagian dari sasaran.
Film Verity menghadirkan misteri psikologis tentang ghostwriter yang menemukan naskah rahasia milik novelis terkenal yang mengalami kecelakaan.