Advertisement

Netanyahu Banjir Hujatan Usai Bandingkan Yesus dengan Genghis Khan

Newswire
Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:17 WIB
Sugeng Pranyoto
Netanyahu Banjir Hujatan Usai Bandingkan Yesus dengan Genghis Khan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuai gelombang kritik tajam setelah menyebut Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan dibandingkan penguasa Mongol, Genghis Khan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai pernyataan tersebut sangat mencolok karena meremehkan sosok suci di tengah ketergantungan Israel pada dukungan umat Kristen. Mengutip Kantor Berita Anadolu pada Sabtu (21/3/2026), pernyataan itu dikeluarkan Netanyahu dalam pertemuan yang disiarkan televisi dengan media asing.

Advertisement

Ia mengatakan Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan dibandingkan Genghis Khan jika suatu pihak cukup kuat, kejam, dan berkuasa. “Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan dibanding Genghis Khan. Sebab, jika seseorang cukup kuat, cukup kejam, dan cukup berkuasa, maka kejahatan akan mengalahkan kebaikan. Agresi akan mengalahkan moderasi," katanya dalam acara tersebut.

Pernyataan Netanyahu memicu gelombang kritik di media sosial dari berbagai kalangan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan sikap Netanyahu yang dinilai meremehkan Yesus Kristus merupakan hal yang mencolok.

“Bagi seorang tokoh yang sangat bergantung pada dukungan umat Kristen di Amerika Serikat, sikap meremehkan Yesus Kristus secara terbuka dari Netanyahu sangat mencolok,” tulis Araghchi di platform media sosial X seraya mengunggah video berisi pernyataan Netanyahu.

Araghchi juga mengkritik pujian Netanyahu terhadap Genghis Khan yang disebutnya sebagai pembantai terburuk yang pernah ada dalam sejarah. Menurutnya, pujian tersebut juga sejalan dengan status Netanyahu saat ini yang disebutnya sebagai penjahat perang yang sedang diburu.

Pendeta Lutheran Palestina dari Bethlehem, Munther Isaac, menyebut pernyataan Netanyahu menyinggung dalam banyak aspek. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak hanya membandingkan Yesus dengan Genghis Khan, tetapi juga menyiratkan bahwa ajaran Yesus bersifat naif, sementara pendekatan kekuatan dan kekerasan dianggap sebagai cara untuk mengalahkan kejahatan.

“Netanyahu dan para pendukung Zionis Kristen membuat etika ajaran Yesus seolah-olah menjadi bahan olok-olok,” ujarnya dikutip dari South China Morning Post.

Adapun, Netanyahu menolak tudingan bahwa dirinya menyinggung umat Kristen dengan pernyataan tersebut. Melalui unggahan di media sosial, Netanyahu menegaskan pernyataannya tidak dimaksudkan untuk merendahkan Yesus.

“Lebih banyak berita palsu tentang sikap saya terhadap umat Kristen, yang dilindungi dan berkembang di Israel. Saya tegaskan: saya tidak merendahkan Yesus Kristus dalam konferensi pers saya,” tulis Netanyahu.

Dia menjelaskan bahwa pernyataan tersebut merujuk pada pandangan sejarawan Amerika Will Durant. “Durant, seorang pengagum besar Yesus Kristus, menyatakan bahwa moralitas saja tidak cukup untuk menjamin kelangsungan hidup,” ujarnya.

Menurutnya, sebuah peradaban yang secara moral lebih unggul tetap dapat runtuh jika menghadapi musuh yang kejam dan memiliki kekuatan lebih besar. “Peradaban yang lebih bermoral masih bisa jatuh oleh musuh yang kejam jika tidak memiliki kekuatan untuk membela diri. Tidak ada maksud menyinggung,” kata Netanyahu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Bonus Miliaran Cair, Atlet Porda di Bantul Kantongi Puluhan Juta

Bonus Miliaran Cair, Atlet Porda di Bantul Kantongi Puluhan Juta

Bantul
| Sabtu, 21 Maret 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Wisata
| Minggu, 15 Maret 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement