Advertisement
Puluhan Negara Siap Menjaga Distribusi Energi di Selat Hormuz Iran
Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, MOSKOW—Pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, Iran, mulai diperkuat secara kolektif setelah 20 negara menyatakan kesiapan terlibat menjaga stabilitas distribusi energi global di tengah konflik.
Langkah ini berkembang cepat dari inisiatif awal enam negara yang kemudian diikuti tambahan 14 negara lain, memperluas upaya menjaga jalur strategis yang sempat terganggu.
Advertisement
Pemerintah Inggris menyampaikan, negara-negara tersebut siap mengambil langkah konkret untuk memastikan keamanan pelayaran tetap terjaga.
“Kami menyatakan kesiapan untuk berkontribusi langkah yang tepat untuk memastikan pelayaran aman di Selat Hormuz. Kami menyambut komitmen bangsa-bangsa yang terlibat dalam rencana persiapannya,” demikian isi pernyataan bersama itu, seperti dikutip dari RIA Novosti, Sabtu (21/3/2026).
BACA JUGA
Enam negara pertama yang terlibat adalah Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang. Mereka menilai gangguan terhadap pelayaran internasional dan rantai pasok energi global sebagai ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan dunia.
Dalam pernyataan tersebut, negara-negara itu juga menyerukan moratorium segera untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk fasilitas minyak dan gas.
Seiring perkembangan terbaru, 14 negara tambahan menyatakan kesediaan bergabung, antara lain Kanada, Korea Selatan, Selandia Baru, Denmark, Latvia, Slovenia, Estonia, Norwegia, Swedia, Finlandia, Republik Ceko, dan Romania.
Upaya bersama ini muncul di tengah ketegangan yang memuncak di kawasan Timur Tengah. Sebagai latar, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Dampak dari eskalasi tersebut membuat lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz sempat terhenti total.
Padahal, jalur ini merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dan LPG dunia, sehingga gangguan yang terjadi memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.
Penguatan pengamanan bersama ini menjadi langkah awal untuk memulihkan kepercayaan terhadap jalur pelayaran global sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
Advertisement
Advertisement







