Aldila Sutjiadi Juara Bad Homburg Open 2026 Jelang Wimbledon
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Ilustrasi laut (Freepik)
Harianjogja.com, JAKARTA—Penjelajahan laut dalam di perairan Argentina oleh tim Schmidt Ocean Institute mengungkap kehidupan laut yang luar biasa beragam, sekaligus menunjukkan dampak manusia hingga ke dasar samudra melalui sampah plastik yang ditemukan di lokasi penelitian.
Para ahli menggunakan kapal riset Falkor (also) untuk menjelajahi rembesan dingin — area dasar laut tempat gas metana dan zat kimia keluar, menjadi sumber makanan bagi mikroba yang kemudian dimakan cacing tabung, kerang, dan remis. Meskipun hanya satu rembesan dingin aktif ditemukan, jumlah makhluk hidup dan keanekaragaman spesies di wilayah tersebut sangat tinggi.
Hasil penelitian awal menunjukkan sekitar 28 spesies baru, termasuk siput laut, landak laut, anemon, dan cacing laut. Sebagian besar spesies ini hidup di terumbu karang Bathelia candida yang ukurannya hampir sebesar Kota Vatikan, menandai terumbu karang terbesar yang pernah ditemukan.
Para peneliti juga menemukan ubur-ubur langka Stygiomedusa gigantea, atau yang dikenal sebagai ubur-ubur hantu, yang dapat tumbuh sepanjang bus sekolah. Penemuan ini menampilkan sisi gelap dan menakutkan laut dalam, berbeda dengan kesan ubur-ubur yang biasa dianggap lucu dan menggemaskan.
Selain itu, sebuah bangkai paus yang ditemukan sekitar 2,4 mil di bawah permukaan laut kini menjadi habitat sementara bagi hiu, kepiting, dan berbagai organisme laut lainnya. Temuan ini memperkuat kesan bahwa laut dalam merupakan ekosistem kompleks dengan rantai makanan yang unik.
Direktur Eksekutif Schmidt Ocean Institute, Jyotika Virmani, menekankan bahwa lautan menyimpan misteri besar dan kehidupan laut bisa sama atau bahkan lebih beragam dibandingkan kehidupan di darat. “Mungkin lebih banyak lagi karena lautan mengandung 98 persen ruang hidup di planet ini,” ujarnya dikutip dari Popular Science, 7 Februari 2026.
Yang mengejutkan, sampah manusia juga ditemukan di dasar laut yang sangat dalam, termasuk kantong plastik, jaring ikan, dan kaset VHS lama yang hampir utuh karena sulit terurai. Hal ini menunjukkan dampak aktivitas manusia telah menembus hingga ke ekosistem laut terdalam.
Selama beberapa tahun terakhir, tim Falkor (also) telah menemukan berbagai spesies langka, termasuk cumi-cumi Antartika, beberapa gurita di dekat Kosta Rika, dan mengatalogkan lebih dari 100 spesies baru potensial di lepas pantai Chili, menegaskan pentingnya eksplorasi laut dalam untuk memahami biodiversitas bumi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.