Barcelona Menang 2-1 atas Al Ahly di Joan Gamper Trophy 2026
Barcelona menang 2-1 atas Al Ahly di Joan Gamper Trophy 2026. Hamza Abdelkarim dan Raphinha mencetak gol untuk Blaugrana.
Ilustrasi laut (Freepik)
Harianjogja.com, JAKARTA—Penjelajahan laut dalam di perairan Argentina oleh tim Schmidt Ocean Institute mengungkap kehidupan laut yang luar biasa beragam, sekaligus menunjukkan dampak manusia hingga ke dasar samudra melalui sampah plastik yang ditemukan di lokasi penelitian.
Para ahli menggunakan kapal riset Falkor (also) untuk menjelajahi rembesan dingin — area dasar laut tempat gas metana dan zat kimia keluar, menjadi sumber makanan bagi mikroba yang kemudian dimakan cacing tabung, kerang, dan remis. Meskipun hanya satu rembesan dingin aktif ditemukan, jumlah makhluk hidup dan keanekaragaman spesies di wilayah tersebut sangat tinggi.
Hasil penelitian awal menunjukkan sekitar 28 spesies baru, termasuk siput laut, landak laut, anemon, dan cacing laut. Sebagian besar spesies ini hidup di terumbu karang Bathelia candida yang ukurannya hampir sebesar Kota Vatikan, menandai terumbu karang terbesar yang pernah ditemukan.
Para peneliti juga menemukan ubur-ubur langka Stygiomedusa gigantea, atau yang dikenal sebagai ubur-ubur hantu, yang dapat tumbuh sepanjang bus sekolah. Penemuan ini menampilkan sisi gelap dan menakutkan laut dalam, berbeda dengan kesan ubur-ubur yang biasa dianggap lucu dan menggemaskan.
Selain itu, sebuah bangkai paus yang ditemukan sekitar 2,4 mil di bawah permukaan laut kini menjadi habitat sementara bagi hiu, kepiting, dan berbagai organisme laut lainnya. Temuan ini memperkuat kesan bahwa laut dalam merupakan ekosistem kompleks dengan rantai makanan yang unik.
Direktur Eksekutif Schmidt Ocean Institute, Jyotika Virmani, menekankan bahwa lautan menyimpan misteri besar dan kehidupan laut bisa sama atau bahkan lebih beragam dibandingkan kehidupan di darat. “Mungkin lebih banyak lagi karena lautan mengandung 98 persen ruang hidup di planet ini,” ujarnya dikutip dari Popular Science, 7 Februari 2026.
Yang mengejutkan, sampah manusia juga ditemukan di dasar laut yang sangat dalam, termasuk kantong plastik, jaring ikan, dan kaset VHS lama yang hampir utuh karena sulit terurai. Hal ini menunjukkan dampak aktivitas manusia telah menembus hingga ke ekosistem laut terdalam.
Selama beberapa tahun terakhir, tim Falkor (also) telah menemukan berbagai spesies langka, termasuk cumi-cumi Antartika, beberapa gurita di dekat Kosta Rika, dan mengatalogkan lebih dari 100 spesies baru potensial di lepas pantai Chili, menegaskan pentingnya eksplorasi laut dalam untuk memahami biodiversitas bumi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Barcelona menang 2-1 atas Al Ahly di Joan Gamper Trophy 2026. Hamza Abdelkarim dan Raphinha mencetak gol untuk Blaugrana.
Dinsos DIY mengungkap penyebab desil warga berubah, termasuk penambahan sumber data DTSEN dan cara mengajukan perbaikan
Kemendag meminta klarifikasi BYD terkait mobil Seal yang terbakar di Tol Cikampek. BYD telah memberikan kendaraan pengganti kepada konsumen.
Sefas Group sepakat mengakuisisi 100% bisnis SPBU Shell Indonesia. Simak profil pemilik dan rekam jejak bisnis Sefas selama hampir 30 tahun.
Saat ini, bank bullion di Indonesia telah mengelola sekitar 177 ton emas. Dari jumlah tersebut, sekitar 153 ton dikelola PT Pegadaian, sedangkan 24 ton BSI
Petani asal Turi, Sleman, Gito Sahono Giman, ditemukan meninggal setelah lima hari hilang di Hutan Pathuk. Tim SAR mengevakuasi korban.