Rupiah Kembali Tertekan Dibuka Melemah ke Rp18.115 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah ke Rp18.115 per dolar AS pada Selasa 14 Juli 2026. Konflik AS-Iran dan penguatan dolar masih menjadi tekanan utama bagi mata uang Garuda.
Bendera India (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA—Krisis air bersih parah melanda ibu kota India, New Delhi, akibat polusi ekstrem Sungai Yamuna yang terus memburuk. Meski pemerintah setempat mengklaim distribusi air mulai pulih, jutaan warga masih kesulitan memperoleh air layak konsumsi, menyusul lumpuhnya sebagian besar instalasi pengolahan air akibat lonjakan kadar amonia dari limbah industri.
Yamuna pollution crisis reports mengungkapkan, sebanyak enam dari sembilan instalasi pengolahan air utama di New Delhi terpaksa berhenti beroperasi, setelah kandungan amonia di Sungai Yamuna melonjak jauh di atas ambang aman. Kondisi ini berdampak langsung pada sekitar dua juta penduduk di 43 kawasan, sementara sekitar 600.000 warga di 10 wilayah dilaporkan tidak menerima pasokan air sama sekali selama beberapa hari.
Di lapangan, kualitas air yang mengalir ke permukiman warga memicu kekhawatiran serius. Seusai keran dibuka, air kerap berwarna keruh, kekuningan hingga hitam pekat, disertai bau menyengat menyerupai telur busuk. Warga terpaksa menggunakan air tersebut untuk kebutuhan terbatas, meski berisiko bagi kesehatan.
Sungai Yamuna memiliki peran vital dengan menyuplai sekitar 40 persen kebutuhan air New Delhi, namun kondisinya kini berada pada titik terburuk. Secara geografis, hanya dua persen aliran sungai yang melintasi wilayah Delhi, tetapi kawasan ini justru menyumbang sekitar 76 persen total pencemaran sepanjang sungai.
Hasil kajian lingkungan menunjukkan kandungan oksigen terlarut di Sungai Yamuna kerap menyentuh angka nol, menandakan kondisi perairan yang nyaris mati. Permukaan sungai juga sering tertutup busa putih beracun yang berasal dari limbah rumah tangga dan industri, memperparah degradasi ekosistem air.
Masalah diperparah oleh pertumbuhan kota yang tidak terencana serta buruknya sistem sanitasi, terutama di kawasan permukiman ilegal. Jutaan warga di wilayah tersebut tidak memiliki akses ke jaringan pembuangan limbah memadai, sehingga limbah domestik dan sampah ritual keagamaan langsung mencemari sungai dan air tanah.
Pemerintah India sebenarnya menjanjikan pembangunan jaringan pembuangan limbah baru pada 2028, namun rencana ini dinilai terlalu lambat dan tidak sebanding dengan tingkat kedaruratan yang dihadapi warga. Tanpa solusi struktural yang segera, krisis air dikhawatirkan akan terus berulang.
Krisis air bersih di New Delhi menjadi cerminan kegagalan pengelolaan lingkungan dan tata kota, yang berujung pada ancaman kesehatan serius bagi masyarakat. Seusai pasokan air pulih secara sementara, warga tetap merasa terabaikan dan hidup dalam bayang-bayang krisis serupa di tengah lingkungan yang semakin tercemar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah dibuka melemah ke Rp18.115 per dolar AS pada Selasa 14 Juli 2026. Konflik AS-Iran dan penguatan dolar masih menjadi tekanan utama bagi mata uang Garuda.
Memasuki tahun ajaran baru, orang tua perlu menentukan uang saku anak secara tepat. Simak cara menghitung nominal ideal sekaligus mengajarkan literasi keuangan
Superkomputer Opta menempatkan Prancis sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 dengan peluang 34,05 persen. Argentina justru berada di posisi terakhir di antara
Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan beras kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat selama Juli hingga September 2026. Setiap keluarga akan menerima
DLH Kulonprogo mencatat volume sampah yang masuk TPA Banyuroto turun dari 33 ton menjadi 24 ton per hari setelah penerapan aturan penolakan sampah organik.
Laporan eSafety Australia mengungkap Instagram, WhatsApp, iMessage, dan Snapchat paling sering dikaitkan dengan kasus sextortion. Ribuan korban dilaporkan menga