Advertisement
Aktivitas Sesar Aktif Picu Gempa Magnitudo 4,1 di Wakatobi
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. / istock
Advertisement
Harianjogja.com, WAKATOBI-Wilayah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,1 pada Minggu (8/3/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa aktivitas seismik yang terjadi pada pukul 12.24 WITA tersebut dipicu oleh pergerakan sesar aktif di wilayah perairan setempat.
Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa berdasarkan parameter teknis, gempa ini termasuk dalam kategori gempa bumi dangkal. Kedalaman hiposenter yang hanya mencapai 19 kilometer menyebabkan getaran dirasakan cukup nyata oleh masyarakat di sekitar pusat gempa hingga ke wilayah tetangga.
Advertisement
"Hari Minggu (8/3) pukul 12.24 WITA, wilayah Wakatobi diguncang gempa bumi tektonik," ujar Nasrol Adil saat memberikan keterangan resmi dari Kendari, Minggu.
Hasil analisis mendalam BMKG menunjukkan titik episenter gempa terletak pada koordinat 5,32 LS dan 123,26 BT. Lokasi tersebut berada di laut dengan jarak sekitar 31 kilometer arah Barat Laut Wakatobi pada kedalaman 19 kilometer. Pola guncangan ini selaras dengan karakteristik sesar aktif yang melintasi kawasan tersebut.
BACA JUGA
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) serta laporan langsung dari masyarakat, dampak getaran terkuat dirasakan di daerah Buton. Guncangan di wilayah tersebut tercatat pada skala intensitas III MMI, di mana getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan seakan-akan ada truk besar yang sedang melintas di dekat bangunan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum menerima adanya laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Nasrol memastikan bahwa tim teknis terus memantau perkembangan situasi di lapangan untuk mengantisipasi potensi risiko lanjutan bagi warga di pesisir Sultra.
"Hingga saat ini belum ada laporan masyarakat dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," tegas Nasrol Adil. Monitoring BMKG hingga pukul 13.50 WITA juga menunjukkan hasil yang stabil tanpa adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) yang terdeteksi oleh jaringan seismograf.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak termakan oleh isu atau informasi bohong (hoax) yang beredar di media sosial terkait potensi bencana yang lebih besar. Pastikan untuk selalu merujuk pada kanal komunikasi resmi milik BMKG yang telah terverifikasi guna mendapatkan pembaruan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Israel Beli 5.000 Bom Pintar Boeing, Pengiriman Mulai 2029
- OTT KPK: Uang Ratusan Juta Disita, Bupati Rejang Lebong Jadi Tersangka
- THR ASN 2026 Mulai Cair, Kemenkeu Salurkan Rp11,16 Triliun
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
Advertisement
30 Persen Talud Sungai di Jogja Rusak, Perbaikan Capai Rp100 Miliar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dinkes Kota Jogja Telusuri Enam Kasus Campak Awal 2026
- Promo Ramadan AC Aqua 1/2 PK, Ini 5 Rekomendasi Terbaiknya
- Kuota Penonton PSIM vs Persijap di Bantul Naik Jadi 7.000 Orang
- Tol Bawen-Ambarawa Dibuka Fungsional Saat Mudik Lebaran
- KPK Periksa Japto Soerjosoemarno Terkait Kasus Rita Widyasari
- Penasihat Desak Trump Akhiri Konflik AS dengan Iran
- Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani Dibuka Mudik Lebaran, Masuk Gratis
Advertisement
Advertisement








