Advertisement
Korban Tewas Serangan AS-Israel di Iran Tembus 1.045 Jiwa
Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua - Shadati
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Jumlah korban tewas akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran dilaporkan melonjak menjadi 1.045 jiwa hingga Rabu (4/3/2026), berdasarkan laporan kantor berita Tasnim.
Eskalasi konflik Timur Tengah semakin memanas seusai jumlah korban tewas akibat gempuran Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran dilaporkan meningkat tajam. Kantor berita Iran, Tasnim News Agency, menyebutkan total korban jiwa telah mencapai 1.045 orang hingga Rabu (4/3/2026).
Advertisement
Angka tersebut melonjak signifikan dibanding sehari sebelumnya. Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran sebelumnya mencatat jumlah korban meninggal sebanyak 787 jiwa. Artinya, dalam kurun 24 jam, hampir 300 orang dilaporkan kehilangan nyawa.
Laporan menyebut korban terdiri atas personel militer dan warga sipil. Namun, otoritas setempat masih melakukan verifikasi terkait identitas korban serta lokasi terdampak serangan.
BACA JUGA
Gelombang Serangan Hari Kelima
Memasuki hari kelima konflik, intensitas serangan dilaporkan belum mereda. Israel Defense Forces (IDF) mengonfirmasi peluncuran gelombang serangan ke-10 pada Rabu siang.
Target utama disebut berada di sejumlah kota strategis, termasuk Teheran, Karaj, dan Isfahan. Wilayah yang membentang dari barat hingga timur ibu kota itu dilaporkan menjadi sasaran bombardir udara.
Media lokal Iran mengabarkan serangan terbaru turut menghantam fasilitas pendidikan. Sedikitnya lima orang dilaporkan tewas akibat serangan yang mengenai area sekolah. Kondisi ini memicu kekhawatiran meningkatnya korban dari kalangan sipil.
IRGC Luncurkan Serangan Balasan
Di sisi lain, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan telah meluncurkan gelombang serangan balasan ke-16 dan ke-17 sejak Selasa malam hingga Rabu siang. Aksi saling balas antara kedua pihak memperburuk situasi keamanan dan memperluas dampak kerusakan.
Komunitas internasional mulai mendesak dibukanya jalur diplomasi serta gencatan senjata guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak.
Dampak ke Piala Dunia 2026
Ketidakpastian keamanan juga menimbulkan pertanyaan terhadap partisipasi Iran di ajang Piala Dunia FIFA 2026. FIFA dilaporkan masih berharap tim nasional Iran tetap dapat tampil.
Namun, di tengah konflik berskala besar yang masih berlangsung, peluang keikutsertaan Iran dalam turnamen sepak bola tersebut kini berada dalam bayang-bayang ketidakpastian.
Situasi di Iran terus berkembang, sementara dunia menanti langkah diplomasi untuk meredakan konflik yang telah menelan lebih dari seribu korban jiwa ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Wilayah di Jogja dan Sedayu Kena Pemadaman Listrik, Hari Ini
- Kasus Pengeroyokan Remaja di Bantul, Motif Diduga Rivalitas Geng
- Suasana Berbeda di Stasiun Jogja, Petugas Perempuan Ambil Alih
- Turis Kolombia Ngamen di Bantul Berujung Dideportasi
- Pentas Siswa Stella Duce 2 Angkat Karawitan dan Dalang Muda
- Lansia 80 Tahun Tewas di Simpang Jambon, Diduga Pengendara Lalai
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 22 April 2026
Advertisement
Advertisement









