Advertisement
Menhub Dorong Masjid di Jalur Mudik Jadi Rest Area Lebaran 2026
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. ANTARA - HO/Kemenhub.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendorong pemanfaatan masjid-masjid yang berada di sepanjang jalur mudik sebagai tempat istirahat atau rest area bagi pemudik pada masa Angkutan Lebaran 2026.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu pemudik beristirahat dengan aman dan nyaman, sekaligus mendukung kelancaran arus perjalanan serta meningkatkan keselamatan, khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor.
Advertisement
“Melalui pemanfaatan masjid di jalur mudik, kami berharap masyarakat dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan. Kami juga akan menyiapkan fasilitas pendukung agar pemudik bisa berhenti dengan aman,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Selasa (24/2/2026).
Dudy menyampaikan, pihaknya telah melakukan audiensi dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Pusat Kementerian Agama guna memperkuat koordinasi persiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.
BACA JUGA
Salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah rencana pemanfaatan rumah ibadah sebagai titik istirahat pemudik di jalur-jalur utama mudik.
Menurut Dudy, masjid yang difungsikan sebagai rest area diharapkan dapat menyediakan fasilitas dasar, seperti area parkir, toilet, air bersih, penerangan, serta ruang istirahat yang memadai bagi masyarakat.
Selain masjid, Kementerian Perhubungan juga menyiapkan fasilitas lain yang dapat dimanfaatkan sebagai titik istirahat, antara lain terminal dan jembatan timbang yang berada di sepanjang jalur mudik.
Ia menambahkan, sinergi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama menjadi krusial mengingat momentum Lebaran tidak hanya berkaitan dengan pergerakan masyarakat dalam jumlah besar, tetapi juga memiliki dimensi spiritual dan sosial yang kuat.
“Ini merupakan sinergi yang sangat baik karena Lebaran bukan hanya soal mobilitas yang masif, tetapi juga momentum spiritual dan sosial bagi masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan hasil survei potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026, pemerintah memperkirakan sekitar 143 juta orang akan melakukan perjalanan selama masa libur Idul Fitri. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan hasil survei tahun sebelumnya yang mencapai 146 juta orang.
Meski demikian, Dudy menegaskan pemerintah tetap mengantisipasi potensi lonjakan mobilitas. Pasalnya, realisasi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun lalu tercatat mencapai sekitar 154 juta orang.
Mayoritas perjalanan diperkirakan bertujuan untuk mudik dan bersilaturahmi ke kampung halaman, dengan porsi sekitar 66 persen dari total responden survei.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Ungkap Kronologi Kebakaran Tewaskan Satu Keluarga di Jakbar
- TNI AD Kerahkan 209 Personel Evakuasi Heli Jatuh di Kalbar
- Wajah TNI Tersangka Teror Air Keras Akan Terungkap di Sidang
- Kejagung: Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terima Suap Rp1,5 Miliar
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
Advertisement
Meninggal di Hong Kong, Jenazah Pekerja Migran Sleman Tiba di Godean
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DIY Masuk Fase Akhir Siklus Gempa Besar, Warga Diminta Waspada
- Harga Kedelai Melonjak, Ancaman Cabut Izin Menguat
- Wajah TNI Tersangka Teror Air Keras Akan Terungkap di Sidang
- Jejak Pencuri Gamelan di Jogja Terungkap Setelah Aksi Kedua
- Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih 2026, Cek Syarat dan Linknya
- PLN Beri Diskon Tambah Daya Listrik Setengah Harga Saat WFH
- Uang Miliaran dan Emas Disita dari Kantor Tersangka TPPU
Advertisement
Advertisement








