Advertisement
Serangan Udara Pakistan di Afghanistan Tewaskan Sipil
Jet tempur F/16V buatan Amerika Serikat (AS). / Istimewarnrn
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Serangan udara Pakistan di Afghanistan kembali memicu ketegangan di kawasan perbatasan. Pasukan Pakistan dilaporkan menggempur sejumlah wilayah di Afghanistan bagian timur dan tenggara pada Minggu, sebagaimana diberitakan media lokal Afghanistan dan dikonfirmasi Kementerian Informasi Pakistan.
Serangan udara tersebut menyasar beberapa distrik di Provinsi Nangarhar dan Paktika, dengan rincian lokasi yang diungkap sejumlah sumber kepada media Afghanistan, TOLOnews. “Sejumlah sumber mengatakan kepada TOLOnews bahwa setelah serangan udara di distrik Khogyani, Provinsi Nangarhar, pasukan Pakistan juga melancarkan serangan di distrik Ghani Khel dan Behsud di provinsi yang sama,” tulis saluran berita Afghanistan itu di media sosial X.
Advertisement
Media tersebut menambahkan bahwa rumah seorang warga sipil bernama Shahabuddin di distrik Behsud turut menjadi sasaran. Selain itu, serangan udara juga terjadi pada malam hari di distrik Barmal dan Urgun, Provinsi Paktika. Mengutip sumber keamanan, tidak ada laporan korban jiwa dalam serangan di distrik Barmal dan Urgun.
Dalam unggahan terpisah, TOLOnews melaporkan bahwa militer Pakistan mengakui telah melakukan serangan di wilayah Afghanistan, dengan klaim menargetkan tujuh markas milik Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dan Islamic State Khorasan Province (ISKP).
BACA JUGA
Sementara itu, laporan berbahasa Pashto menyebutkan bahwa kegiatan khotbah keagamaan ikut terdampak serangan di distrik Barmal, Paktika.
Mengutip juru bicara Kepolisian Nangarhar, Sayed Tayyeb Hammad, sebanyak 23 orang dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan setelah rumah warga sipil di distrik Behsud terkena serangan udara. Empat orang berhasil diselamatkan, sedangkan proses pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung.
Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, melalui akun X pada Minggu menyatakan bahwa sejumlah kalangan militer Pakistan kembali melanggar wilayah Afghanistan.
“Tadi malam mereka membombardir warga sipil kami di Provinsi Nangarhar dan Paktika, menyebabkan puluhan orang, termasuk perempuan dan anak-anak, gugur dan terluka,” katanya.
“Para jenderal Pakistan menutupi kelemahan keamanan di negaranya sendiri melalui tindakan seperti ini,” tambah Mujahid.
Di sisi lain, Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan melalui X pada Minggu menyatakan bahwa Pakistan melakukan penargetan selektif berbasis intelijen terhadap tujuh kamp dan persembunyian teroris milik Taliban Pakistan dari Fitna al Khwarij beserta afiliasinya dan ISKP di wilayah perbatasan.
Serangan tersebut, menurut keterangan resmi, merupakan respons atas insiden bom bunuh diri yang baru-baru ini terjadi di Pakistan.
“Pakistan mengharapkan dan kembali menegaskan agar Pemerintah Sementara Afghanistan memenuhi kewajibannya dan menolak penggunaan wilayahnya oleh Khwarij dan teroris untuk melancarkan serangan terhadap Pakistan, karena keselamatan dan keamanan rakyat Pakistan adalah yang utama,” tambah kementerian tersebut.
Selain itu, Pakistan juga menyatakan akan membalas pembunuhan dua personel keamanan pada Sabtu (21/2) di Khyber Pakhtunkhwa, serta memperingatkan tidak akan membiarkan serangan yang dilancarkan dari wilayah Afghanistan tanpa respons. Hingga kini, belum terdapat data resmi mengenai jumlah total korban jiwa akibat serangan udara Pakistan di Afghanistan, sementara laporan di lapangan masih terus berkembang seiring proses evakuasi dan verifikasi informasi oleh otoritas setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Operasi SAR KLM Nur Ainun Balqis Dihentikan, 2 Korban Masih Hilang
- Kawanan Gajah Liar Rusak Perumahan Karyawan di Siak, Tiga Motor Hancur
- DPR Nilai Penganiayaan Anak oleh Brimob Brutal, Desak Proses Pidana
- BBPOM Bagikan Kiat Pilih Takjil Aman Selama Ramadan
- SPPG NU Diresmikan di Lombok, Dorong Gizi Santri dan Ekonomi Umat
Advertisement
Advertisement
Lalampa, Wisata Kuliner Khas Malut Favorit Saat Ramadan
Advertisement
Berita Populer
- Perahu Migran Terbalik di Kreta, 5 Tewas dan 25 Hilang
- Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 22 Februari 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 22 Februari, Ini Rincannya
- Jadwal Imsak DIY Minggu 22 Februari 2026
- Food Bank Jogja 2026 Diperkuat, Lahan Tersisa 16 Hektare
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 22 Februari 2026
- Jadwal KA Bandara YIA Reguler dan Xpress, Minggu 22 Februari 2026
Advertisement
Advertisement








