Advertisement
Satu WN Malaysia Tewas dalam Reruntuhan Helikopter di Kalbar
Warga saat melihat puing-puing helikopter Airbus H130 registrasi PK-CFX yang jatuh di kawasan Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (17/4/2026). Helikopter milik Matthew Air Nusantara itu mengalami kecelakaan pada Kamis (16/4/2026) yang menewaskan dua awak dan enam penumpang, serta seluruh jenazah telah dievakuasi ke Pontianak. - ANTARA FOTO - Jessica Wuysang
Advertisement
Harianjogja.com, KUALA LUMPUR—Satu warga negara Malaysia dipastikan menjadi korban tewas dalam kecelakaan helikopter di Kalimantan Barat. Kepastian ini disampaikan pemerintah Malaysia setelah proses identifikasi korban selesai dilakukan.
Kecelakaan tersebut melibatkan helikopter registrasi PK-CFX yang jatuh di area hutan terpencil di Desa Tapang Tingang, di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Puing-puing pesawat ditemukan setelah sebelumnya dilaporkan hilang kontak.
Advertisement
Kementerian Luar Negeri Malaysia menyebut korban bernama Patrick Kee Chuan Peng yang menjabat sebagai Chief Operating Officer KPN Plantations. Saat kejadian, korban berada di Kalimantan Barat untuk keperluan pekerjaan.
"Kementerian Luar Negeri, melalui Konsulat Malaysia di Pontianak, ingin mengonfirmasi bahwa seorang warga negara Malaysia telah meninggal dunia setelah terjadi kecelakaan helikopter di Kalimantan Barat, Indonesia pada 16 April 2026," demikian pernyataan resmi Kemlu Malaysia.
Helikopter tersebut diketahui kehilangan kontak tidak lama setelah lepas landas dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya. Peristiwa ini kemudian memicu pencarian hingga akhirnya lokasi jatuhnya pesawat ditemukan di kawasan hutan.
Proses Pemulangan Jenazah Dikoordinasikan
Konsulat Malaysia di Pontianak telah mengambil langkah pendampingan dengan berkoordinasi bersama otoritas Indonesia, pihak perusahaan, serta keluarga korban.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemulangan jenazah ke Malaysia berjalan lancar.
“Kementerian Luar Negeri menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum,” tulis pernyataan tersebut.
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga saat ini, penyebab jatuhnya helikopter masih dalam proses penyelidikan oleh otoritas terkait di Indonesia.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan penerbangan di wilayah terpencil yang kerap menghadapi tantangan medan dan cuaca.
Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian karena melibatkan aktivitas penerbangan operasional perusahaan di kawasan hutan Kalimantan Barat.
Upaya pencarian dan evakuasi sebelumnya melibatkan tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, Polri, serta masyarakat setempat yang menyisir area hutan di Kalimantan Barat sejak hilangnya kontak helikopter.
Tim menghadapi kendala medan yang sulit dijangkau dan lebatnya vegetasi, sehingga proses pencarian memerlukan waktu hingga akhirnya puing-puing helikopter berhasil ditemukan di lokasi kejadian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Di Jogja, Sampah Kertas Semen Disulap Jadi Produk Ecoprint Bernilai
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Hukuman Mati Dihapus, Dunia Soroti Motif Myanmar
- Indonesia Didorong Perkuat Rantai Pasok Hadyu Nasional
- Jembatan Baru di Sinduadi Dibuka, Mobilitas dan Distribusi Lancar
- Jadwal KRL Solo-Jogja 18 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
- Kereta Gantung Prambanan Disetujui, Investasi Rp200 Miliar
- Harga Minyak Anjlok 10 Persen, BBM Berpeluang Turun
- Terbukti Korupsi, Carik Bohol Jalani Hukuman 3 Tahun
Advertisement
Advertisement






