Advertisement

Gajah Sumatera Ditemukan Mati, Diduga Tersengat Kawat Listrik

Newswire
Minggu, 22 Februari 2026 - 20:57 WIB
Sunartono
Gajah Sumatera Ditemukan Mati, Diduga Tersengat Kawat Listrik Gajah sumatera betina usia 20 tahun ditemukan mati di Aceh Tengah diduga tersengat kawat listrik. BKSDA Aceh pasang police line dan lakukan nekropsi. - Antara.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Satu ekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di areal perkebunan warga Desa Karang Ampar, Kabupaten Aceh Tengah. Kematian satwa dilindungi itu diduga akibat tersengat kawat listrik bertegangan tinggi yang dipasang di sekitar kebun.

Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh mengonfirmasi temuan tersebut. Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, gajah berjenis kelamin betina dengan perkiraan usia sekitar 20 tahun itu diduga mati pada Jumat malam (20/2).

Advertisement

Menurut Ujang, saat ditemukan, belalai gajah masih dalam kondisi terlilit kawat yang dialiri arus listrik tegangan tinggi.

“Pemasangan kawat berarus listrik tegangan tinggi membawa risiko besar yang tidak hanya membahayakan satwa liar, tetapi juga keselamatan jiwa kita sendiri, keluarga, dan warga sekitar,” ujar Ujang dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Laporan kematian satwa tersebut diterima dari warga pada Sabtu (21/2). Menindaklanjuti informasi itu, tim BKSDA Aceh bersama personel Polsek Karang Ampar, Bhabinkamtibmas, serta mitra dari WWF Indonesia langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Petugas kemudian memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi guna mengamankan area. Langkah ini dilakukan sambil menunggu kedatangan tim medis yang sedang menuju tempat kejadian untuk melakukan proses bedah bangkai (nekropsi) sekaligus penguburan gajah.

Ujang kembali menegaskan bahwa praktik pemasangan kawat listrik bertegangan tinggi sangat berbahaya dan berisiko fatal, baik bagi satwa liar maupun manusia. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan metode tersebut dalam melindungi lahan perkebunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Diskon 30 Persen Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia

Diskon 30 Persen Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia

Jogja
| Minggu, 22 Februari 2026, 23:17 WIB

Advertisement

Lalampa, Wisata Kuliner Khas Malut Favorit Saat Ramadan

Lalampa, Wisata Kuliner Khas Malut Favorit Saat Ramadan

Wisata
| Minggu, 22 Februari 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement