Rumah Layak Bagi 10.000 Siswa Sekolah Rakyat
Program bedah rumah siswa Sekolah Rakyat naik menjadi 10.000 penerima pada 2026. Bantuan BSPS senilai Rp20 juta disalurkan untuk renovasi rumah layak huni.
Foto ilustrasi campak. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Lonjakan kasus campak di Jepang dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian setelah jumlah infeksi meningkat signifikan sejak awal 2026. Tercatat 236 kasus hingga pertengahan April, naik 3,6 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 66 kasus.
Data dari Institut Keamanan Kesehatan Jepang menunjukkan percepatan penularan terjadi dalam waktu singkat. Sebanyak 100 kasus pertama tercatat hingga 8 Maret, sementara 100 kasus berikutnya muncul hanya dalam empat pekan setelahnya.
Dalam laporan terbaru, fasilitas kesehatan di seluruh Jepang juga mengonfirmasi 34 kasus baru dalam periode 30 Maret hingga 5 April. Tren ini mengindikasikan penyebaran yang semakin cepat di berbagai wilayah.
Padahal, Jepang sebelumnya telah dinyatakan bebas campak oleh Organisasi Kesehatan Dunia sejak 2015. Namun, kasus impor dari pelancong luar negeri maupun warga yang kembali dari perjalanan internasional masih menjadi pemicu munculnya wabah lokal.
Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan menyebar melalui percikan di udara. Gejalanya umumnya muncul sekitar 10 hari setelah terpapar, seperti demam, pilek, dan batuk.
Dalam kondisi tertentu, infeksi campak dapat berkembang menjadi komplikasi serius, termasuk ensefalitis atau radang otak yang berpotensi mengancam jiwa.
Untuk pencegahan, vaksin campak-rubella diberikan dalam dua dosis. Di Jepang, imunisasi pertama diberikan saat anak berusia satu tahun, sedangkan dosis kedua diberikan menjelang masuk sekolah dasar.
Sebagai perbandingan, dalam satu dekade terakhir jumlah kasus campak tertinggi di Jepang mencapai 744 kasus pada 2019, sementara pada 2025 tercatat 265 kasus.
Lonjakan terbaru ini menjadi sinyal penting bagi otoritas kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap mobilitas global yang berpotensi mempercepat penyebaran penyakit menular.
Gejala campak umumnya muncul sekitar 10 hari setelah terpapar virus. Penderita biasanya mengalami demam, pilek, batuk, mata merah, hingga muncul ruam merah pada kulit yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh.
Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan menyebar melalui percikan di udara. Dalam kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi serius, termasuk ensefalitis atau radang otak yang berpotensi mengancam jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Program bedah rumah siswa Sekolah Rakyat naik menjadi 10.000 penerima pada 2026. Bantuan BSPS senilai Rp20 juta disalurkan untuk renovasi rumah layak huni.
Seorang petani di Kulonprogo mengantar anak disabilitas ke job fair Disnaker, berharap sang anak mendapat pekerjaan yang layak dan mandiri.
Oracle memangkas 21.000 karyawan akibat restrukturisasi dan adopsi AI, sebagai bagian efisiensi bisnis cloud dan infrastruktur digital.
Dinkes Sleman rencanakan Raperda KTR masuk Prolegda 2027, atur ruang publik dan keseimbangan hak perokok serta nonperokok.
Pemerintah bebaskan PPN tiket pesawat ekonomi domestik selama libur sekolah 2026 untuk dorong daya beli dan pertumbuhan ekonomi.
Pemkab Gunungkidul perbaiki 256 RTLH dengan anggaran Rp5,12 miliar. Target rampung akhir September melalui program APBD 2026.