Advertisement

BMKG Ingatkan Warga Sumatera Utara Waspadai Banjir dan Longsor

Newswire
Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:37 WIB
Abdul Hamied Razak
BMKG Ingatkan Warga Sumatera Utara Waspadai Banjir dan Longsor Ilustrasi prakiraan cuaca BMKG. - ist - BMKG

Advertisement

Harianjogja.com, MEDAN — BMKG mengingatkan masyarakat di Sumatera Utara agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor akibat hujan yang terjadi di wilayah pegunungan dan pesisir barat, Minggu (22/2/2026).

Prakirawan BMKG Wilayah I, Talin, mengatakan, “Waspadai hujan dengan intensitas sedang di pegunungan dan pesisir barat Sumatera Utara yang dapat memicu banjir dan longsor.”

Advertisement

Secara umum, cuaca Minggu pagi diperkirakan cerah berawan dengan potensi hujan ringan di beberapa daerah, antara lain Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu Utara, Langkat, Nias Selatan, Labuhan Batu, dan Mandailing Natal.

Siang hari cuaca tetap cerah berawan dan potensi hujan ringan meliputi Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Langkat, Mandailing Natal, Nias Selatan, dan Padang Lawas.

Pada malam hari, sebagian wilayah diprediksi cerah berawan disertai hujan ringan, termasuk Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Nias Selatan, dan Padang Lawas.

Suhu udara rata-rata berkisar 13–32°C, kelembaban 74–100 persen, dan angin berhembus dari barat ke barat daya dengan kecepatan 4–14 km/jam.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Indah Riandiny Puteri, menyebutkan adanya potensi gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di perairan barat Sumatera Utara, perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, perairan timur Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, serta Samudera Hindia barat Kepulauan Nias.

Pola angin di wilayah utara Indonesia bergerak dari timur laut ke timur dengan kecepatan 6–30 knot, sementara di wilayah selatan bergerak dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan yang sama.

BMKG meminta nelayan perahu kecil waspada jika angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Sedangkan kapal tongkang diimbau meningkatkan kewaspadaan jika angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kecelakaan Maut di Maguwoharjo, Satu Pengendara Motor Tewas

Kecelakaan Maut di Maguwoharjo, Satu Pengendara Motor Tewas

Sleman
| Sabtu, 21 Februari 2026, 17:17 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement