Advertisement

Posisi Hilal di Lombok Masih di Bawah Ufuk, Belum Memenuhi Kriteria

Newswire
Selasa, 17 Februari 2026 - 17:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Posisi Hilal di Lombok Masih di Bawah Ufuk, Belum Memenuhi Kriteria Ilustrasi: Petugas rukyat meneropong posisi hilal guna menentukan 1 Ramadhan di Pos Observasi Taman Wisata Pantai Loang Baloq, Mataram, NTB. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi - foc.

Advertisement

Harianjogja.com, LOMBOK — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat pemantauan yang dilakukan melalui Pusat Observasi Bulan di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ketinggian hilal tercatat minus 1,268 derajat dengan elongasi 1,208 derajat.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, mengatakan kondisi tersebut membuat hilal secara astronomis belum memungkinkan untuk teramati.

Advertisement

“Tinggi hilal minus 1,268 derajat dan elongasi 1,208 derajat,” kata Sumawan dalam laporan di Mataram, Selasa (17/2/2026).

Ia menjelaskan, dengan posisi Bulan yang masih berada di bawah garis horizon serta nilai elongasi yang sangat kecil, hilal tidak dapat terlihat secara kasat mata. Secara umum, hilal berpotensi teramati apabila berada di atas ufuk dengan ketinggian positif serta elongasi minimal berkisar 6 hingga 7 derajat.

Selain melakukan pengamatan di Lombok Utara, BMKG NTB juga menyiapkan titik rukyatul hilal di Pantai Loang Baloq, Kota Mataram. Pengamatan lanjutan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.

Sumawan menyebutkan, pada pemantauan Rabu sore, posisi hilal diperkirakan telah berada di atas ufuk dengan ketinggian 8,287 derajat dan elongasi mencapai 11,588 derajat, sehingga secara astronomis berpeluang untuk terlihat.

Sebelumnya, Kementerian Agama menggelar sidang isbat penetapan awal bulan Hijriah di Jakarta pada Selasa (17/2/2026). Hasil sidang isbat tersebut menjadi dasar resmi pemerintah dalam menetapkan awal puasa Ramadan bagi umat Islam di Indonesia.

Dalam prosesnya, Kementerian Agama bersama BMKG melakukan pemantauan hilal secara serentak di 133 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 96 titik dipantau oleh Kementerian Agama, sementara 37 titik lainnya dilakukan oleh BMKG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Reaktivasi PBI JK Capai 2.000 Orang, Sleman Tanggung Pakai APBD

Reaktivasi PBI JK Capai 2.000 Orang, Sleman Tanggung Pakai APBD

Sleman
| Selasa, 17 Februari 2026, 20:27 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement