Advertisement
Ekspor Perikanan 2025 Tembus US$6,27 Miliar, AS Jadi Pasar Terbesar
Pedagang menunjukkan udang yang dijual di Pasar Ikan Muara Angke, Jakarta, Selasa (2/9/2025). (ANTARA FOTO/Ika Maryani/cmz - YU)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kinerja ekspor produk perikanan Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 menunjukkan tren positif. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor mencapai US$6,27 miliar atau sekitar Rp105,5 triliun, tumbuh 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Machmud menyampaikan, Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor perikanan Indonesia dengan nilai US$1,99 miliar atau sekitar Rp33,5 triliun. Angka tersebut setara 31,8 persen dari total nilai ekspor perikanan nasional.
Advertisement
“Nilai ekspor ke Amerika Serikat meningkat 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Machmud dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
China hingga Uni Eropa Catat Kenaikan
BACA JUGA
Selain Amerika Serikat, pasar ekspor perikanan Indonesia juga ditopang oleh China dengan nilai US$1,22 miliar atau sekitar Rp20,5 triliun (19,5 persen). Negara-negara ASEAN menempati posisi berikutnya dengan nilai US$1 miliar atau Rp16,8 triliun (16 persen).
Sementara itu, ekspor ke Jepang mencapai US$613,65 juta atau Rp10,3 triliun (9,8 persen), disusul Uni Eropa sebesar US$451,72 juta atau Rp7,6 triliun (7,2 persen).
Machmud menambahkan, kenaikan nilai ekspor juga tercatat ke sejumlah pasar utama tersebut. Selain Amerika Serikat, ekspor ke ASEAN meningkat 16,7 persen, Jepang 2,5 persen, dan Uni Eropa 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Udang Masih Dominan
Dari sisi komoditas, udang tetap menjadi tulang punggung ekspor perikanan Indonesia. Sepanjang 2025, nilai ekspor udang mencapai US$1,87 miliar atau sekitar Rp31,5 triliun, setara 29,8 persen dari total ekspor perikanan.
Komoditas berikutnya adalah tuna-cakalang dengan nilai US$1,04 miliar atau Rp17,5 triliun (16,5 persen), cumi-sotong-gurita US$889,73 juta atau Rp14,9 triliun (14,2 persen), rajungan-kepiting US$507,74 juta atau Rp8,6 triliun (8,1 persen), serta rumput laut US$315,62 juta atau Rp5,3 triliun (5 persen).
Neraca Perdagangan Surplus
Tak hanya ekspor yang meningkat, Machmud menyebut KKP juga berhasil menekan impor produk perikanan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan produk perikanan Indonesia sepanjang 2025 mencatat surplus US$5,60 miliar atau sekitar Rp94,2 triliun. Surplus tersebut naik 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kami berkomitmen menjaga Indonesia tetap menjadi negara net exporter produk perikanan,” tegas Machmud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Update Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Selasa 17 Februari 2026
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Update Jadwal KRL Jogja-Solo 16 Februari 2026, Tarif Rp8.000
- Garuda Utuh di Asrama Haji Aceh, Simbol Hormat Prabowo
- Jadwal KRL Solo-Jogja 16 Februari 2026, Cek Jamnya
- Dana Desa 2026 Dikunci 58 Persen untuk KDMP, Ini Dampaknya
- Tiga Anggota Pemberontak Ngalum Kupel Papua Kembali ke NKRI
- Kendaraan di Jalan Layang MBZ Naik 46,77 Persen Jelang Imlek
- Long Weekend Imlek 2026, Pantai Glagah Sepi
Advertisement
Advertisement






