Advertisement

Kementan Genjot Jagung Pangan, Target Swasembada 2026

Newswire
Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Kementan Genjot Jagung Pangan, Target Swasembada 2026 Panen jagung di Celep, Srigading, Sanden, Bantul, Kamis (10/10/2019). - Harian Jogja - Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan komoditas jagung pangan guna mendukung kebutuhan industri pangan nasional sekaligus memperkokoh pasokan dalam negeri.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Yudi Sastro, mengatakan pengembangan jagung pangan menjadi bagian dari target swasembada jagung 2026 dengan proyeksi produksi mencapai 18 juta ton pipilan kering.

Advertisement

“Melalui penguatan kemitraan dan hilirisasi, jagung tidak hanya menjadi komoditas pakan, tetapi juga sumber bahan baku industri pangan bernilai tambah tinggi bagi ekonomi nasional,” kata Yudi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar pemanfaatan jagung diperluas tidak hanya untuk pakan ternak, tetapi juga sebagai bahan baku industri pangan nasional.

Menurut Yudi, pengembangan jagung pangan kian memungkinkan seiring dukungan teknologi pengolahan yang semakin maju. Dari sisi produksi, tren peningkatan terus terjadi.

“Badan Pusat Statistik memproyeksikan potensi produksi jagung pada Januari–Maret 2026 mencapai 4,94 juta ton, naik 4,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya.

Dengan surplus dan stok carry over sekitar 4,5 juta ton berdasarkan neraca pangan nasional, pemerintah memastikan kebutuhan jagung dalam negeri dapat dipenuhi tanpa impor. Untuk melindungi produsen, harga pembelian di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram.

Ketersediaan pasokan tersebut menjadi dasar pemerintah mendorong perluasan pemanfaatan jagung ke sektor industri pangan. Selama ini, jagung nasional masih didominasi untuk kebutuhan pakan ternak, terutama ayam petelur dan pedaging.

Pemerintah kini mengarahkan jagung sebagai bahan baku industri pangan domestik guna menekan ketergantungan impor sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas. Kebutuhan jagung pangan industri nasional diperkirakan mencapai sekitar 450.000 ton per tahun, terutama untuk industri pengolahan pati dan produk turunannya.

Salah satu industri yang membutuhkan pasokan jagung berpati tinggi adalah PT Tereos FKS Indonesia. Untuk menopang kebutuhan tersebut, Kementan berkoordinasi dengan produsen benih nasional, termasuk PT Restu Agropro Jayamas di Kediri, Jawa Timur.

Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Tiurmauli Silalahi, menambahkan pemerintah memperkuat sinergi petani dan industri melalui pengembangan varietas jagung pangan sesuai kebutuhan industri.

“Saat ini Direktorat Hilirisasi Hasil Tanaman bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan melakukan sosialisasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai provinsi sentra jagung agar pasokan industri berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Kementan optimistis strategi tersebut akan menempatkan jagung sebagai komoditas strategis yang tidak hanya menopang sektor peternakan, tetapi juga menjadi fondasi pertumbuhan industri pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal Terbaru KRL Solo-Jogja Minggu 15 Februari 2026

Jadwal Terbaru KRL Solo-Jogja Minggu 15 Februari 2026

Jogja
| Minggu, 15 Februari 2026, 01:17 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement