Advertisement

Rusia Kecam Tarif AS ke Kuba, Disebut Upaya Pencekikan Ekonomi

Newswire
Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:37 WIB
Sunartono
Rusia Kecam Tarif AS ke Kuba, Disebut Upaya Pencekikan Ekonomi Ilustrasi Rusia. Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, MOSKOW—Pemerintah Rusia mengecam keras kebijakan terbaru Amerika Serikat yang kembali memperketat tekanan ekonomi terhadap Kuba. Moskow menilai langkah Washington tersebut sebagai bentuk pencekikan ekonomi yang berpotensi memperburuk stabilitas dan melanggar prinsip kedaulatan negara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada Sabtu (31/1) menyampaikan bahwa pembatasan terbaru yang diterapkan Amerika Serikat terhadap Kuba mencerminkan strategi sistematis untuk menekan negara lain melalui instrumen ekonomi dan politik.

Advertisement

Zakharova menyoroti penetapan status darurat nasional oleh Amerika Serikat sebagai bagian dari pola tekanan yang dinilai Rusia kerap digunakan Washington dalam menghadapi negara-negara yang tidak sejalan dengan kepentingannya. Menurutnya, kebijakan semacam itu tidak dapat dibenarkan dalam hubungan internasional modern.

Sebelumnya, pada Kamis, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan tarif impor terhadap negara-negara pemasok minyak ke Kuba. Dalam keputusan yang sama, Trump juga menetapkan status darurat nasional terkait kebijakan tersebut.

Trump menyatakan bahwa kebijakan tarif dan penetapan status darurat itu dilakukan untuk melindungi keamanan nasional Amerika Serikat dari ancaman yang, menurut klaim Washington, berasal dari Kuba.

Menanggapi langkah tersebut, Zakharova menegaskan bahwa kebijakan Amerika Serikat merupakan bentuk kambuhnya strategi “tekanan maksimum” yang bertujuan mencekik perekonomian Kuba. Ia menilai sanksi sepihak semacam itu tidak dapat diterima karena bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta melanggar kedaulatan negara merdeka.

“Kami mengutuk keras langkah pelarangan yang tidak sah terhadap Havana, termasuk segala bentuk tekanan terhadap para pemimpin dan rakyat Kuba,” ujar Zakharova dalam pernyataan resminya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kerja sama antara Rusia dan Kuba tidak diarahkan terhadap negara ketiga mana pun. Moskow, kata Zakharova, akan terus mengembangkan hubungan bilateral dengan Havana demi kepentingan kedua negara, sekaligus berkontribusi pada keamanan dan stabilitas internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Satu Abad NU, Diperingati dengan Peluncuran Buku Sejarah Tokoh

Satu Abad NU, Diperingati dengan Peluncuran Buku Sejarah Tokoh

Gunungkidul
| Sabtu, 31 Januari 2026, 22:27 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement