Advertisement

Purbaya Santai Hadapi Isu Kriminalisasi: Noel Kan Terima Uang

Surya Dua Artha Simanjuntak
Selasa, 27 Januari 2026 - 00:47 WIB
Sunartono
Purbaya Santai Hadapi Isu Kriminalisasi: Noel Kan Terima Uang Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi dengan nada tenang isu kriminalisasi yang disebut-sebut bakal diarahkan kepadanya menyusul langkah reformasi yang tengah ia lakukan di Kementerian Keuangan. Ia menegaskan tidak merasa terancam meski namanya dikaitkan dengan peringatan keras dari eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel.

Pernyataan tersebut muncul setelah Noel, yang kini berstatus terdakwa kasus korupsi, menyebut Purbaya berpotensi menjadi target serangan balik karena dianggap mengganggu kepentingan tertentu. Namun, bagi Purbaya, peluang kriminalisasi justru hanya terbuka jika seorang pejabat terjerat suap atau gratifikasi.

Advertisement

Menanggapi peringatan tersebut, Purbaya secara terbuka menyinggung perbedaan posisinya dengan Noel. Ia menegaskan tidak pernah menerima uang haram sehingga tidak melihat adanya celah hukum yang bisa digunakan untuk menjerat dirinya.

“Biar saja, yang penting gue enggak terima duit. Pak Noel kan terima. Kayaknya terima ya? Terima kan dia? Ya terima, kan gue enggak terima duit,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Purbaya menambahkan bahwa gaji yang diterimanya sebagai bendahara negara sudah lebih dari cukup, sehingga tidak ada alasan baginya untuk bermain mata dengan pihak mana pun. Ia menilai integritas menjadi modal utama dalam menjalankan reformasi birokrasi, termasuk ketika harus mengambil langkah tegas terhadap bawahannya sendiri.

Mantan Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) itu menyatakan mustahil melakukan bersih-bersih internal jika dirinya menerima suap sebagaimana yang dituduhkan kepada Noel. Menurutnya, posisi pejabat akan sangat rentan ketika terikat kepentingan uang.

“Begitu saya terima uang, posisi saya akan amat riskan. Saya enggak bisa gerak ke sana ke sini, pecat orang enggak bisa. Orang akan laporkan bahwa saya terima uang,” jelas Purbaya.

Atas dasar itu, Purbaya menilai kemungkinan dirinya mengalami nasib serupa Noel sangat kecil selama ia tetap menjaga garis lurus integritas. Meski demikian, ia tidak sepenuhnya menutup mata terhadap potensi skenario ekstrem berupa upaya penjebakan.

“Mungkin kalau ada yang menjebak, taruh uang tiba-tiba di mobil saya, itu mungkin kejadian. Tapi kan harus ada latar belakang kasusnya seperti apa. Saya sih rasanya enggak ada urusan, saya hanya bertanggung jawab ke Presiden. Yang lain saya enggak peduli,” tegasnya.

Purbaya juga memastikan bahwa agenda reformasi, khususnya di sektor pajak dan bea cukai, tetap akan berjalan tanpa kompromi. Ia menepis anggapan bahwa ancaman kriminalisasi tersebut membuat langkah pembenahan di Kementerian Keuangan menjadi surut.

Sebelumnya, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Noel mengklaim memiliki informasi tingkat A1 bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan “di-Noel-kan” atau dikriminalisasi. Noel menyebut langkah Purbaya telah mengganggu apa yang ia sebut sebagai “pesta para bandit”.

“Mereka akan melepaskan anjing liar untuk gigit Pak Purbaya. Kasihan Pak Purbaya. Ada pesta yang terganggu,” kata Noel, Senin (26/1/2026).

Sebagai informasi, Noel bersama sejumlah pihak didakwa menerima uang sebesar Rp6,5 miliar dalam kasus pemerasan terkait pengurusan sertifikat dan lisensi K3. Selain itu, Noel juga diduga menerima aliran dana Rp3,3 miliar serta satu unit sepeda motor Ducati Scrambler, yang kini menjadi bagian dari materi perkara di pengadilan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Penataan Pantai Sepanjang Dinilai Sukses, DPRD Dorong Perluasan

Penataan Pantai Sepanjang Dinilai Sukses, DPRD Dorong Perluasan

Gunungkidul
| Selasa, 27 Januari 2026, 03:17 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement