Advertisement

BNPB: Banjir dan Longsor Dominasi Bencana Sepekan Terakhir

Newswire
Jum'at, 16 Januari 2026 - 19:17 WIB
Abdul Hamied Razak
BNPB: Banjir dan Longsor Dominasi Bencana Sepekan Terakhir Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Serangkaian bencana hidrometeorologi menerjang sejumlah daerah dalam sepekan terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung berlangsung hampir bersamaan di berbagai wilayah, mulai dari Sukabumi di Jawa Barat hingga Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kejadian bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi di Indonesia,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Advertisement

Longsor di Sukabumi

Tanah longsor terjadi di Kabupaten Sukabumi pada Rabu (14/1) setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan dengan kontur tanah labil.

BNPB melaporkan enam desa terdampak di enam kecamatan, yakni Ridogalih, Mekarsari, Sukamanah, Cikadu, Neglasari, dan Sukasirna.

Sebanyak 31 Kepala Keluarga (KK) dan sejumlah akses jalan di Kecamatan Gegerbitung mengalami dampak langsung.

Hingga Kamis (15/1), BPBD Sukabumi telah mengerahkan tim reaksi cepat untuk pendataan dan penanganan awal di lokasi.

Banjir di Jember

Banjir terjadi di Kabupaten Jember pada Selasa (13/1) akibat luapan Kali Clutak. Sebanyak 78 KK di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, tercatat terdampak.

Ketinggian air yang sempat mencapai 100 sentimeter berangsur menurun menjadi sekitar 40 sentimeter. BPBD Jember bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik dan melakukan asesmen kebutuhan warga.

Puting Beliung di Situbondo

Cuaca ekstrem kembali muncul di Situbondo pada Kamis (15/1). Angin puting beliung menerjang Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, dan menimbulkan kerusakan pada permukiman warga.

Sebanyak 15 KK terdampak. Tercatat lima rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan. BPBD Situbondo masih melakukan pendataan lanjutan dan pemulihan awal.

Banjir di Lombok Barat

Di Lombok Barat, NTB, banjir terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 16.00 WITA akibat jebolnya salah satu tanggul sungai setelah hujan deras.

Permukiman warga di Desa Kuripan terendam. BNPB melaporkan 77 KK atau 259 jiwa terdampak.

BPBD Lombok Barat bersama TNI, Polri, dan relawan desa telah melakukan evakuasi dan asesmen. Banjir mulai surut pada Kamis (15/1).

Puting Beliung di Konawe Utara

Angin puting beliung yang disertai hujan deras melanda Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, pada Senin (12/1).

Sebanyak 13 desa dan tiga kelurahan di empat kecamatan terdampak dengan total 192 KK atau 727 jiwa.

Kerusakan bangunan meliputi 14 rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan 177 rusak ringan. BPBD setempat telah menyalurkan bantuan logistik serta melakukan pendataan lanjutan.

Banjir di Kepulauan Talaud

Banjir juga melanda Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Senin (12/1). Peristiwa ini merendam 95 rumah dengan jumlah warga terdampak mencapai 95 KK.

Banjir dipicu luapan sungai setelah hujan deras. BPBD Talaud telah melakukan evakuasi, pemantauan, dan pendataan. Kondisi banjir dilaporkan surut pada Kamis (15/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Talud Kali Gajah Wong Selesai Diperbaiki, Warga Pandeyan Jogja Lega

Talud Kali Gajah Wong Selesai Diperbaiki, Warga Pandeyan Jogja Lega

Jogja
| Jum'at, 16 Januari 2026, 21:57 WIB

Advertisement

Tradisi Labuhan Sarangan Magetan Raih Pengakuan WBTb

Tradisi Labuhan Sarangan Magetan Raih Pengakuan WBTb

Wisata
| Jum'at, 16 Januari 2026, 21:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement