Advertisement
Pegawai Diduga Bocorkan Data, KAI Services Jatuhkan Sanksi
Foto ilustrasi penumpang kereta api, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Manajemen KAI Services menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas kepada karyawan yang diduga menyalahgunakan data pribadi penumpang, setelah kasus dugaan kebocoran nomor telepon penumpang viral di media sosial.
Kasus ini bermula dari keluhan seorang penumpang perempuan yang mengaku dihubungi pria tak dikenal melalui nomor pribadinya.
Advertisement
Korban mencurigai data tersebut diperoleh secara tidak sah karena tidak pernah membagikannya kepada pihak lain selain keluarga. Penelusuran internal perusahaan kemudian mengungkap bahwa pelaku merupakan oknum karyawan KAI Services yang diduga memanfaatkan akses data penumpang untuk kepentingan pribadi.
Manager Corporate Communication KAI Services Nyoman Suardhita menyatakan perusahaan telah mengambil langkah disiplin sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen menjaga kepercayaan publik.
BACA JUGA
"Sanksi disiplin, manajemen telah memanggil oknum karyawan yang bersangkutan dan sedang melakukan proses pemeriksaan intensif. Sanksi tegas sesuai aturan perusahaan akan diberikan untuk memberikan efek jera," kata Nyoman saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Selain pemeriksaan terhadap pelaku, KAI Services melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem akses data operasional. Perusahaan juga memberikan edukasi ulang kepada seluruh petugas frontliner mengenai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
Nyoman menegaskan perlindungan data pelanggan menjadi prioritas utama perusahaan. Pengawasan di lapangan akan diperketat agar peristiwa serupa tidak terulang.
"Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kritik dan masukan demi perbaikan layanan kami," ucapnya.
Pada Jumat (9/1/2026), KAI Services menempuh penyelesaian damai melalui pertemuan dengan penumpang yang menjadi korban. Dalam forum tersebut, manajemen menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan penyesalan atas kejadian yang dinilai bertentangan dengan nilai perusahaan.
"Dalam pertemuan tersebut kami meminta maaf atas kejadian ini yang tidak mencerminkan nilai-nilai perusahaan dan merupakan pelanggaran privasi yang tidak dapat kami toleransi," ujar Nyoman.
Sebelumnya, manajemen PT KAI (Persero) bersama KAI Services menemui korban di Jakarta. Pertemuan itu dihadiri Direktur Utama KAI Services Ririn Widi Astutik beserta jajaran serta Vice President Customer Care KAI Dian Angraeni.
Dalam pertemuan tersebut, pelanggan meminta KAI Services menyampaikan pernyataan resmi tertulis berisi lima poin kesepakatan. Seluruh poin itu telah dijalankan. Penumpang juga menyerahkan sepenuhnya penetapan sanksi kepada KAI Services.
Sebagai tindak lanjut, KAI Services menerbitkan pernyataan resmi mengenai pelanggaran yang dilakukan oknum pekerja terkait dugaan penyalahgunaan data pribadi penumpang. Perusahaan juga telah melakukan tindakan internal terhadap pelaku.
KAI Services menegaskan komitmen melindungi data penumpang sebagai bagian dari layanan publik yang aman dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar seluruh pegawai tidak mengulangi perbuatan serupa.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Petani Sleman Dapat Perlindungan Asuransi dari APBD 2026
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- Film Bidadari Surga Tayang 15 Januari 2026, Angkat Kisah Hijrah
- Sebagian ASN Sleman Gaptek, Penggunaan Corpu Belum Maksimal
- Dana Desa Bantul 2026 untuk Kopdes Masih Tunggu Arahan
- Pola Hubungan yang Sering Disalahartikan sebagai Cinta
- DIY Capai Swasembada Beras, Lahan Sawah Terus Menyusut
- Dampak Banjir, Mahasiswa Aceh Tamiang di Jogja Kesulitan Bayar UKT
- Pemkab Sleman Terapkan Manajemen Talenta ASN Bersama BKN
Advertisement
Advertisement



