Advertisement
Longsor Gunung Sampah di Cebu Filipina: 1 Tewas, 38 Hilang
Longsor gunungan sampah di TPA Binaliw, Cebu, Filipina - AP
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Longsor gunungan sampah di TPA Binaliw, Cebu, Filipina, pada Kamis (8/1/2026) malam menewaskan satu orang dan menyebabkan 38 pekerja sanitasi masih dinyatakan hilang.
BBC melaporkan, satu orang yang tewas tersebut adalah seorang wanita berusia 22 tahun. Sedangkan mayoritas korban yang masih tertimbun diduga kuat merupakan para pekerja sanitasi yang sedang beraktivitas di lokasi saat kejadian berlangsung.
Advertisement
Pemerintah setempat segera bergerak cepat dengan mengerahkan sekitar 300 personel gabungan dari lembaga pemerintah dan relawan sipil untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Hingga Jumat pagi, tim berhasil mengevakuasi 12 pekerja dalam kondisi selamat dari balik reruntuhan material sampah.
Wali Kota Cebu, Nestor Archival, menegaskan bahwa seluruh tim respons akan bekerja tanpa henti untuk menemukan sisa korban yang masih dinyatakan hilang.
BACA JUGA
"Kami berkomitmen penuh dan memprioritaskan evakuasi warga serta pekerja yang terdampak tragedi ini," ujar Archival dalam keterangan resminya.
Tragedi ini memicu kemarahan otoritas kota terkait prosedur keamanan di lokasi tersebut. Anggota Dewan Kota Cebu, Joel Garganera, menuding adanya praktik pengelolaan sampah yang buruk sebagai pemicu utama longsor.
Garganera mengungkapkan dugaan bahwa operator TPA melakukan tindakan ilegal dengan "menambang" tanah di bawah tumpukan lama untuk kepentingan tertentu, kemudian menumpuk sampah baru di atasnya tanpa struktur yang kuat. Praktik ini dinilai mengubah status lokasi dari TPA legal menjadi "tempat pembuangan terbuka" yang sangat tidak aman dan tidak saniter.
Insiden mematikan di Binaliw kembali menyoroti rapuhnya sistem pengelolaan limbah di kota-kota besar Filipina. Cebu, yang merupakan pusat perdagangan dan transportasi utama di wilayah Visayas, kini menghadapi tantangan serius terkait gunungan sampah yang terus tumbuh tanpa pengawasan ketat.
Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah pusat Filipina untuk mengevaluasi standar operasional seluruh TPA guna menghindari jatuhnya korban jiwa serupa di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kecelakaan Beruntun di Jalur Ngawi-Mantingan, Truk Tabrak Bus Mira
- BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya
- Korut Kecam Jepang soal Denuklirisasi, Ketegangan Meningkat
- Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor
- Pelecehan Seksual di FHUI Jadi Alarm Serius, Simak Kronologinya
Advertisement
Jadwal KA Prameks Hari Ini 16 April 2026, Tarif Tetap Rp8.000
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Terjun ke Ceruk Enam Meter di Kalasan Sleman Saat Hujan
- FEB UI Masuk Empat Besar Dunia Sekolah Ekonomi Islam
- BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya
- Korut Kecam Jepang soal Denuklirisasi, Ketegangan Meningkat
- Pajak Kendaraan Bekas Kini Lebih Mudah, Tak Perlu KTP Pemilik Lama
- Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran
- Terjadi Lagi Keracunan Makanan di Sekolah Bantul, Korban 80 Siswa
Advertisement
Advertisement








