3.035 Pekebun Sawit Mandiri Disiapkan Ikuti Pelatihan Intensif di 2026

Newswire
Newswire Senin, 27 Juli 2026 19:02 WIB
3.035 Pekebun Sawit Mandiri Disiapkan Ikuti Pelatihan Intensif di 2026

BPDP dan Ditjenbun Kementan menggandeng LPP Agro Nusantara menggelar 100 pelatihan bagi 3.035 pekebun sawit mandiri di tujuh provinsi. /Istimewa.

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Ditjenbun Kementan) memperluas program peningkatan kapasitas pekebun sawit mandiri pada 2026. Melalui kerja sama dengan LPP Agro Nusantara, pemerintah menargetkan penyelenggaraan 100 kelas pelatihan yang akan diikuti 3.035 peserta dari tujuh provinsi sentra sawit.

Target tersebut meningkat dibandingkan realisasi sepanjang 2025 yang mencapai 68 kelas dengan total 2.066 peserta. Kenaikan jumlah pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan teknis pekebun swadaya sekaligus mendorong peningkatan produktivitas sektor kelapa sawit nasional.

Program pelatihan yang disiapkan LPP Agro Nusantara pada 2026 akan melibatkan peserta dari Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Kepercayaan yang kembali diberikan BPDP bersama Ditjenbun Kementan kepada lembaga pelatihan asal Jogja tersebut menjadi dasar penyelenggaraan program peningkatan kompetensi bagi komunitas pekebun sawit mandiri di berbagai daerah.

Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo, mengatakan penguatan kapasitas petani harus dimulai dari aspek pengetahuan agar berdampak pada daya saing industri sawit nasional.

"Kita mulai dari hulu. Kalau pekebunnya kuat ilmunya, maka sawit Indonesia juga ikut kuat," katanya dikutip, Senin (2778/2026).

Produktivitas Pekebun Swadaya Jadi Fokus

Program tersebut juga dilatarbelakangi besarnya potensi sektor sawit swadaya yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

Saat ini, pekebun mandiri mengelola sekitar 40 persen dari total luas lahan kelapa sawit yang tersebar di 26 provinsi. Namun, kontribusi produksi Crude Palm Oil (CPO) dari sektor tersebut masih berada pada kisaran 30 hingga 35 persen dari total produksi nasional.

Menurut Pranoto, kesenjangan produktivitas itulah yang menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan pelatihan secara terstruktur.

"Kesenjangan ini yang kita coba tutup lewat pelatihan."

Implementasi program telah berlangsung di Medan, Sumatera Utara. Sebanyak 85 petani sawit dari Kabupaten Batubara dan Kabupaten Asahan mengikuti Pelatihan Budidaya Sawit selama enam hari di Le Polonia Hotel.

Kegiatan pembukaan pada 21 Juli dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Asahan Hazairin, serta perwakilan manajemen LPP Agro Nusantara, Afiffurroyan Aflah Akmal. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan Tarian Majuah-Juah.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik pemilihan benih unggul hingga penerapan praktik budidaya sawit berkelanjutan.

Sebagai bagian dari pembelajaran lapangan, pada 25 Juli peserta melakukan kunjungan ke Kebun Adolina dan Balai Benih PTPN IV untuk melihat langsung proses pembibitan sesuai standar industri.

Rangkaian pelatihan tersebut ditutup pada 26 Juli oleh Zulfa Hendra. Melalui program ini diharapkan pengetahuan dan keterampilan teknis yang diperoleh peserta dapat diterapkan di kebun masing-masing sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan keluarga pekebun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online