Advertisement

UNIFIL Sebut Pasukannya Ditembaki Israel di Lebanon Selatan

Newswire
Sabtu, 03 Januari 2026 - 18:47 WIB
Sunartono
UNIFIL Sebut Pasukannya Ditembaki Israel di Lebanon Selatan Bendera PBB. / UN.org

Advertisement

Harianjogja.com, LEBANON—Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) melaporkan insiden tembakan senjata ringan dan senapan mesin yang mengarah ke personel penjaga perdamaian PBB saat patroli di wilayah Kafer Shouba, Lebanon selatan, Jumat (2/1/2026), dengan sumber tembakan dipastikan berasal dari posisi militer Israel.

UNIFIL menyebutkan, tembakan pertama terjadi pada pagi hari ketika patroli penjaga perdamaian melintas di area sensitif dekat Garis Biru. Sedikitnya 15 peluru senjata ringan dilaporkan menghantam area berjarak kurang dari 50 meter dari posisi pasukan PBB. Kurang dari 20 menit berselang, patroli kedua kembali melaporkan sekitar 100 peluru senapan mesin menghujani kawasan yang sama.

Advertisement

Misi PBB itu menegaskan bahwa seluruh aktivitas patroli telah dikoordinasikan sebelumnya dengan Pasukan Pertahanan Israel sesuai prosedur standar. UNIFIL menilai insiden berulang ini sebagai tren yang mengkhawatirkan dan mengingatkan bahwa tindakan agresif terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

"Pagi ini, pasukan penjaga perdamaian yang berpatroli di dekat Kafer Shouba melaporkan 15 tembakan senjata ringan yang mengenai jarak tidak lebih dari 50 meter dari mereka," kata UNIFIL dalam sebuah pernyataan. 

UNIFIL menegaskan tidak ada kerusakan maupun korban luka dalam kedua insiden tersebut. Namun, misi PBB itu memastikan bahwa tembakan berasal dari posisi militer Israel di selatan Garis Biru dalam kedua kejadian, serta menyampaikan bahwa permintaan penghentian tembakan telah dikirim melalui jalur penghubung resmi.

UNIFIL juga menekankan bahwa patroli tersebut telah dikoordinasikan sebelumnya. Misi itu menyebutkan bahwa pihaknya telah memberi tahu Pasukan Pertahanan Israel mengenai aktivitas patroli di wilayah tersebut, sesuai dengan prosedur yang biasa diterapkan untuk area sensitif di sekitar Garis Biru.

Menurut UNIFIL, insiden semacam ini terjadi terlalu sering dan mulai menjadi tren yang mengkhawatirkan. Misi PBB itu mengingatkan bahwa serangan terhadap atau di sekitar pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

UNIFIL juga menyerukan kepada militer Israel untuk menghentikan perilaku agresif serta serangan terhadap atau di sekitar pasukan penjaga perdamaian yang bertugas menjaga perdamaian dan stabilitas di sepanjang Garis Biru. Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar dari militer Israel terkait pernyataan tersebut.

Patroli pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan kerap menjadi sasaran tindakan kekerasan Israel, termasuk pembidikan laser dan tembakan peringatan.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, sebelumnya menyebut insiden-insiden tersebut sebagai kejadian yang sangat berbahaya.

Gencatan senjata di Lebanon diberlakukan sejak November 2024 setelah lebih dari satu tahun serangan yang menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai sekitar 17.000 lainnya, di tengah perang Israel di Gaza.

Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 335 orang tewas dan 973 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata berlaku.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, militer Israel seharusnya menarik diri sepenuhnya dari Lebanon selatan pada Januari 2025. Namun, penarikan tersebut baru dilakukan sebagian, dan Israel masih mempertahankan kehadiran militernya di lima pos perbatasan.

UNIFIL kembali menegaskan pentingnya penghormatan terhadap mandat pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan demi menjaga stabilitas kawasan, terutama di tengah rapuhnya gencatan senjata dan meningkatnya tensi konflik Israel–Lebanon yang menjadi perhatian dunia internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jogo Margo DIY Adukan Status Pegawai ke DPRD, Tuntut Jalur Afirmasi PP

Jogo Margo DIY Adukan Status Pegawai ke DPRD, Tuntut Jalur Afirmasi PP

Jogja
| Senin, 05 Januari 2026, 18:37 WIB

Advertisement

Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026

Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026

Wisata
| Senin, 05 Januari 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement