Advertisement
Efek WFA, Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Nataru Mundur
Foto ilustrasi kemacetan di Jalan Tol. - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencatat sebanyak 666.993 kendaraan meninggalkan Jabodetabek menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, dengan puncak arus diperkirakan bergeser seiring penerapan kebijakan work from anywhere (WFA).
Jumlah tersebut meningkat 8,9 persen dibandingkan kondisi normal. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menyampaikan jumlah kendaraan yang keluar Jabodetabek memang meningkat, namun masih lebih rendah 2,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun sebelumnya puncak arus lalu lintas diprediksi terjadi pada 20–21 Desember 2025.
Advertisement
Rivan menduga pergeseran puncak arus lalu lintas Nataru terjadi akibat kebijakan work from anywhere (WFA). Jasa Marga memperkirakan lonjakan kendaraan akan terjadi pada 23–24 Desember 2025.
“Ini barangkali ada pengaruh ditetapkannya WFA pada 29–30 Desember, maka akan terjadi peningkatan pada tanggal 23 maupun 24, terutama 24,” tuturnya dalam konferensi pers di Jasamarga Tollroad Command Center, Senin (22/12/2025).
BACA JUGA
Secara umum, mayoritas kendaraan bergerak ke arah Cikampek dan Trans Jawa.
Adapun, angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) utama, yakni GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), dan GT Kalihurip Utama (arah Bandung).
Total volume lalu lintas yang meninggalkan Jabodetabek meningkat 8,1 persen dibandingkan kondisi normal 617.273 kendaraan pada periode yang sama.
Untuk distribusi arus kendaraan, sebanyak 305.432 kendaraan (45,8 persen) menuju arah timur (Trans Jawa dan Bandung), 202.226 kendaraan (30,3 persen) menuju arah barat (Merak), dan 159.335 kendaraan (23,9 persen) menuju arah selatan (Puncak).
Dalam mengantisipasi kepadatan, Jasa Marga mengoptimalkan teknologi berbasis digital untuk pemantauan dan pengendalian lalu lintas selama periode libur Nataru.
Pemerintah juga telah memberlakukan pembatasan angkutan barang di jalan tol tanpa skema window time. Seluruh kendaraan angkutan barang yang masuk kategori pembatasan dilarang melintas hingga 4 Januari 2026.
Selain itu, Jasa Marga memberlakukan diskon tarif tol 20 persen di sejumlah ruas strategis mulai Senin (22/12/2025) sebagai stimulus perjalanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan ini diharapkan membantu mengurai kepadatan serta memberikan manfaat ekonomi bagi pengguna jalan jarak jauh selama libur Nataru.
Rivan juga mengimbau pengguna jalan memanfaatkan aplikasi Travoy, yang menyediakan CCTV real time, informasi tarif tol, resi transaksi digital, serta fasilitas dan layanan rest area.
Selain itu, pengguna jalan diingatkan memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas, serta beristirahat di Travoy Rest Area jika merasa lelah demi keselamatan perjalanan selama libur Nataru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Top Ten News Harianjogja.com, Selasa 24 Maret 2025, Arus Balik Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Kemarau Lebih Panjang Diprediksi Mengancam Pangan Nasional
- Liga Spanyol 2026: Brace Vinicius Bawa Madrid Menangi Derby Panas
- Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Membebani Ginjal
- Jumlah Orang Kelaparan Berpotensi Melonjak Akibat Konflik di Iran
- Sejumlah Kota Besar Indonesia Berpotensi Dilanda Hujan Sangat Lebat
- Super Mario Berhasil Raih Poin di Moto 2 Brasil
- Harga Emas Pegadaian Stabil, Antam Turun Rp50.000
Advertisement
Advertisement





