Advertisement
Gempa M 5,5 Guncang Bangladesh, 5 Tewas dan Ratusan Luka
Foto ilustrasi seismograf pencatat getaran gempa. / Foto dibuat oleh AI StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Gempa bumi Magnitudo 5,5 mengguncang kawasan dekat Dhaka, Bangladesh, menewaskan lima orang dan melukai sekitar 100 warga serta memicu kepanikan massal.
Menurut keterangan resmi pemerintah, gempa tersebut menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai sekitar 100 orang lainnya.
Advertisement
Sumber lain, DBC Television yang berbasis di Dhaka, melaporkan jumlah korban tewas yang lebih tinggi, yaitu setidaknya enam orang pada hari Jumat. Perinciannya, tiga orang tewas akibat runtuhnya atap dan dinding bangunan, dan tiga pejalan kaki meninggal dunia ketika pagar bangunan roboh menimpa mereka.
Berdasarkan data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa berkekuatan Magnitudo (M) 5,5 tersebut terjadi pada pukul 10.38 pagi waktu setempat (04.38 GMT) di dekat kota Narsingdi, sekitar 33 km (16 mil) dari Dhaka.
BACA JUGA
Gempa bumi ini menimbulkan kepanikan massal di kalangan penduduk, terutama mengingat banyak warga di negara berpenduduk mayoritas Muslim dengan 170 juta jiwa ini sedang berada di rumah pada hari libur mereka.
Seorang warga Dhaka yang mengalami langsung gempa tersebut berkata, “Saya belum pernah merasakan gempa bumi seperti ini sebelumnya, seumur hidup saya, ini pertama kalinya. Saya sedang tidur dan tiba-tiba, saya merasakan seluruh bangunan berguncang, dan kemudian kami semua jatuh.”
Tanvir Chowdhury dari Al Jazeera, yang melaporkan langsung dari Dhaka, mengonfirmasi besarnya dampak gempa ini. “Itu adalah salah satu gempa bumi terbesar dalam sejarah baru-baru ini dan sangat dekat dengan ibu kota. Seluruh kota panik. Video di media sosial menunjukkan bangunan-bangunan berguncang.”
Reporter AFP di Dhaka menyaksikan langsung dampak psikologis gempa ini, dengan melihat orang-orang menangis di jalanan, sementara yang lain tampak terkejut. Departemen kesehatan setempat mengonfirmasi tiga orang tewas, termasuk seorang mahasiswa kedokteran. USGS sebelumnya telah memperingatkan potensi “korban jiwa yang signifikan” dan kerusakan dari gempa ini.
Menurut Departemen Meteorologi Bangladesh, guncangan tersebut berlangsung selama 26 detik, dengan episentrum di distrik Madhabdi, Narsingdi. Mereka mencatat magnitudo yang sedikit lebih tinggi, yaitu M 5,7.
Dampak gempa bahkan dirasakan hingga kota Kolkata di India, yang berjarak lebih dari 325 km dari episentrum. Orang-orang berlarian keluar kantor dan rumah setelah guncangan tiba-tiba tersebut. Hingga saat ini, belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa atau kerusakan signifikan di India.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
Advertisement
Advertisement







