Advertisement
Giliran Gen Z Madagaskar Gelar Aksi Demo Tuntut Presiden Mundur
Foto ilustrasi demonstrasi. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Aksi demo besar-besaran sedang terjadi di Madagaskar menuntut Presiden Andry Rajoelina mundur. Aksi tersebut diikuti ribuan orang di berbagai kota negara Madagaskar. Gerakan demo ini terinspirasi dari demo Gen Z di Nepal bulan lalu.
Dilansir dari Al Jazeera, demo yang sudah berjalan empat hari ini merupakan demonstrasi terbesar yang pernah terjadi di negara pulau tersebut, dan merupakan tantangan paling serius yang dihadapi Presiden Madagaskar sejak terpilihnya kembali pada 2023.
Advertisement
PBB mengatakan sedikitnya 22 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka dalam demo tersebut, Namun, data itu dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Madagaskar karena dianggap data tersebut tidak berasal dari otoritas nasional yang kompeten dan didasarkan pada rumor atau informasi yang salah.
Pada Rabu (1/10/2025), para pengunjuk rasa turun ke jalan di ibukota Madagaskar, Antananarivo, dan beberapa kota lainnya, termasuk Fenoarivo (20 km barat ibukota), Toliara (925 km selatan ibukota), Mahajanga (510 km barat laut ibukota), dan Diego Suarez (950 km utara ibukota).
BACA JUGA
Para demonstran meneriakkan "keluar" dan melambaikan bendera serta spanduk bertuliskan "Rajoelina Keluar", sebagaimana ditunjukkan dalam rekaman yang disiarkan oleh Radio Télévision Siteny milik swasta. Terdapat juga video pengunjuk rasa sedang berbaris di ibu kota yang ditayangkan TV swasta, Real TV Madagasikara.
“Kondisi kehidupan masyarakat Madagaskar memburuk dan bertambah buruk setiap hari, Rajoelina telah berkuasa selama 16 tahun, tetapi tidak ada yang berubah dalam masyarakat yang dilanda kemiskinan” kata seorang demonstran anonim sesuai yang dikutip dari France 24.
Protes awalnya dimulai di Antananarivo minggu lalu untuk memprotes kekurangan air dan pemadaman listrik nasional, tetapi kemudian menyebar ke seluruh pulau, yang mendorong Presiden Rajoelina membubarkan pemerintah pada Senin malam.
Di media sosial, gerakan Gen Z di Madagaskar sebelumnya menyerukan pembubaran Senat, Mahkamah Konstitusi, dan Komisi Pemilihan Umum, serta menuntut pengusaha Mamy Ravatomanga untuk diadili atas laporan sebagai pendukung utama keuangan Presiden Rajoelina.
Perusahaan distribusi air dan listrik nasional, JIRAMA, dan serikat pekerja pengawas ketenagakerjaan telah mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pemogokan.
Presiden Rajoelina tampil di televisi pemerintah pada Senin (29/9/2025) malam dan mengatakan ia ingin menciptakan ruang untuk berdialog dengan kaum muda yang mendesak akses terhadap air dan diakhirinya pemadaman listrik, dan menjanjikan tindakan untuk mendukung bisnis yang terkena dampak penjarahan.
Reuters melaporkan bahwa langkah Presiden Rajoelina gagal meredakan kemarahan publik. Sebuah pesan di halaman Facebook gerakan protes tersebut menyerukan pengunduran diri Rajoelina serta pembubaran komisi pemilihan umum, senat, dan pengadilan tinggi negara.
Dalam pesan di akun Facebook gerakan protes tersebut, sejumlah penggerak aksi mengatakan mereka kecewa dengan pidatonya dan menuntut permintaan maaf dari Presiden dan Perdana Menteri yang sudah diberhentikan, serta pemecatan administrator ibu kota.
Presiden Rajoelina pertama kali berkuasa melalui kudeta tahun 2009. Kemudian mengundurkan diri pada tahun 2014, namun kembali menjadi presiden setelah memenangkan pemilu 2018 dan 2023 yang menurut para penantangnya diwarnai berbagai penyimpangan.
Dilansir dari France 24, pihak oposisi yang awalnya diam, kini turut mendukung gerakan tersebut melalui pernyataan bersama yang langka pada Rabu (1/10), dengan pemimpin oposisi Siteny Randrianasoloniaiko dan mantan presiden Ravalomanana.
Aksi demo ini juga mendapat perhatian dari Paus Leo XIV. Pada Rabu, beliau mengungkapkan "sedih mendengar berita yang datang dari Madagaskar" dan menyerukan "peningkatan keadilan dan kebaikan bersama".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
Advertisement
Advertisement







