Advertisement
Penjelasan BMKG Gempa Sumenep Mg 6,0: Ada Sejarah Kerusakan
Foto ilustrasi seismograf pencatat getaran gempa. / Foto dibuat oleh AI StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memiliki catatan panjang kejadian gempa bumi merusak sejak abad ke-19, termasuk peristiwa terbaru gempa bermagnitudo 6,0 yang mengguncang pada Selasa (30/9/2025) malam.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan pusat gempa bermagnitudo 6,0 berada di laut kedalaman dangkal 12 kilometer pada koordinat 7,35° LS dan 114,22° BT atau 58 kilometer tenggara Sumenep.
Advertisement
Gempa itu termasuk jenis tektonik kerak dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut. Sumbernya berasosiasi dengan perpanjangan sesar offshore Zona Kendeng atau Madura Strait Back Arc Thrust, dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
BACA JUGA: Korban Gempa Mag 6,9 Filipina Bertambah, Tewaskan 61 Orang
"Guncangan gempa berdampak cukup kuat di Pulau Sapudi Jawa Timur dengan intensitas V–VI MMI yang merusak puluhan bangunan," katanya Rabu (1/10/2025).
Sejumlah daerah lain, seperti Sumenep, Pamekasan, dan Surabaya, merasakan guncangan pada skala III–IV MMI, sedangkan wilayah Bali hingga Lombok terpantau pada skala II–III MMI. "Laporan sementara 22 bangunan rusak ringan, sedang dan berat," kata Daryono.
BMKG mencatat kerusakan bangunan di Pulau Sapudi dipicu oleh hiposenter yang dangkal, kondisi tanah yang lunak, dan struktur bangunan warga yang lemah, serta tidak memenuhi standar tahan gempa.
"Hingga Rabu siang ini sebanyak 117 gempa susulan telah terjadi, dengan magnitudo terbesar 4,4," ujarnya.
Menurut dia, sejarah mencatat setidaknya tujuh kali gempa merusak pernah terjadi di Sumenep. Antara lain gempa tahun 1863, gempa Sumenep-Sapudi tahun 1891, serta gempa tahun 1904. Dalam catatan modern, gempa 6,4 magnitudo pada 11 Oktober 2018 menewaskan tiga orang, melukai 34 lainnya, dan merusak 210 rumah.
Selain itu, gempa magnitudo 4,9 pada 13 Juni 2018 merusak sejumlah rumah, gempa 5,0 magnitudo pada 2 Maret 2019 mengakibatkan enam rumah rusak dan satu orang luka-luka, serta gempa 4,9 magnitudo pada 2 April 2019 menyebabkan kerusakan 26 rumah di Pulau Raas.
BACA JUGA: 50 Kalurahan di Gunungkidul Lunas PBB Sebelum Jatuh Tempo
“Catatan ini menunjukkan bahwa wilayah Sumenep dan sekitarnya memang rawan gempa, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan bangunan tempat tinggal memenuhi standar tahan gempa,” ujarnya.
Direktorat Gempabumi BMKG mengimbau masyarakat di Jawa Timur dan sekitarnya tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, namun tidak perlu panik, serta hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan BPBD setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kebijakan WFH Final, Menkeu Purbaya Sebut Pengumuman Segera Dilakukan
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
Advertisement
Advertisement







