Gibran Tinjau Pabrik Motor Listrik, TKDN Tembus 60 Persen
Wapres Gibran tinjau pabrik kendaraan listrik di Tangerang, apresiasi TKDN di atas 60 persen untuk dorong industri nasional.
Foto ilustrasi demonstrasi. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Gelombang protes terkait krisis perumahan mengguncang pusat kota London, Inggris, pada Sabtu (18/4/2026). Ribuan warga turun ke jalan dalam aksi bertajuk Demonstrasi Perumahan Nasional, menyuarakan tuntutan terhadap pemerintah agar segera menghadirkan solusi atas mahalnya biaya sewa dan terbatasnya akses hunian layak.
Aksi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari serikat pekerja, komunitas penyewa, mahasiswa, hingga organisasi sipil. Massa berkumpul di Soho Square sebelum melakukan long march menuju pusat kota.
Dalam aksi tersebut, peserta membawa berbagai spanduk dengan pesan kuat, seperti tuntutan penyediaan rumah yang terjangkau serta seruan agar sektor perumahan tidak semata dijadikan komoditas bisnis. Mereka juga mendesak pemerintah untuk memberlakukan pembatasan harga sewa dan melakukan intervensi kebijakan yang lebih tegas.
Para penyelenggara aksi mengungkapkan bahwa harga sewa di Inggris mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, rata-rata biaya sewa disebut meningkat hampir sepertiga sejak masa pandemi. Kondisi ini dinilai semakin memperburuk akses masyarakat terhadap hunian yang layak.
Selain harga yang tinggi, kualitas tempat tinggal juga menjadi sorotan. Banyak warga mengeluhkan kondisi hunian sewa yang tidak memenuhi standar, terutama di kota-kota besar seperti London. Tidak sedikit keluarga yang terpaksa tinggal di tempat yang sempit dan kurang layak.
Situasi ini diperparah dengan meningkatnya angka tunawisma di Inggris, yang disebut sebagai salah satu yang tertinggi di antara negara-negara maju. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa krisis perumahan telah mencapai titik yang mengkhawatirkan.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Keir Starmer. Mereka menilai kebijakan yang ada belum cukup berpihak pada masyarakat dan cenderung menguntungkan pemilik properti.
Aksi berlangsung relatif tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Puluhan personel kepolisian dikerahkan untuk memastikan situasi tetap kondusif selama demonstrasi berlangsung.
Melalui aksi ini, para demonstran berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis perumahan, termasuk menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak pada masyarakat berpenghasilan rendah dan memastikan setiap warga memiliki akses terhadap hunian yang aman dan terjangkau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wapres Gibran tinjau pabrik kendaraan listrik di Tangerang, apresiasi TKDN di atas 60 persen untuk dorong industri nasional.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.