Polri Usut Beras Fortifikasi, 5 Merek Diduga Tak Sesuai Label
Polri mengusut dugaan beras fortifikasi tak sesuai label pada lima merek. Sebanyak 1.194 kemasan disita dengan nilai Rp155,2 juta.
Aksi demonstrasi. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Divisi Propam (Divpropam) Polri mengadakan sidang etik terhadap tujuh personel Brimob yang diduga terlibat dalam kasus kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri menabrak pengemudi sopir ojek online (ojol) pada 3 September 2025.
Kepala Biro Pengawasan dan Pembinaan Profesi (Karowabprof) Divpropam Polri Brigjen Pol. Agus Wijayanto mengatakan sidang etik didahului sidang terhadap dua personel yang perbuatannya masuk dalam kategori pelanggaran berat, yaitu Kompol K dan Bripka R.
“Akan dilaksanakan sidang untuk kategori berat pada hari Rabu, 3 September 2025 untuk terduga pelanggar Kompol K, sedangkan Bripka R akan menjalani sidang etik pada keesokan harinya atau Kamis (4/9),” katanya di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Senin.
BACA JUGA: Petugas Tangkap 3 Pembuang Sampah Liar di Ring Road Wirokerten
Sebagai informasi, Kompol K selaku Komandan Batalyon (Danyon) Resimen IV Korps Brimob (Korbrimob) Polri dan Bripka R selaku Basat Brimob Polda Metro Jaya merupakan dua orang yang duduk di bagian depan rantis. Bripka R sendiri merupakan pengemudi rantis.
Sementara itu, lima personel Satbrimob Polda Metro Jaya lainnya; yaitu Aipda R, Briptu D, Bripda M, Bharaka J, dan Bharaka Y, yang ditetapkan masuk dalam kategori pelanggaran sedang, juga akan menjalani sidang etik.
Namun, waktunya belum ditentukan lantaran menunggu proses sidang etik Kompol K dan Bripka R terlebih dahulu. “Sedangkan kategori sedang, nanti setelah Rabu (3/9) dan Kamis (4/9) dan proses sedang berjalan,” katanya.
Selain sidang etik, Divpropam Polri akan melaksanakan gelar perkara kasus ini pada Selasa (2/9). “Gelar ini [dilaksanakan] karena hasil pemeriksaan pada wujud perbuatan pelanggaran kategori berat ditemukan adanya unsur pidana,” kata Agus.
Para personel tersebut juga telah dinyatakan melanggar kode etik kepolisian. Saat ini mereka ditempatkan dalam penempatan khusus (patsus) terhitung mulai 29 Agustus 2025 hingga tanggal 17 September 2025.
BACA JUGA: Ojol Dikeroyok Demonstran hingga Tewas, Keluarga Tuntut Keadilan
Insiden rantis Brimob menabrak pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan terjadi pada Kamis (28/8) malam, setelah berbagai elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen, Jakarta, dipukul mundur oleh pihak kepolisian.
Akibatnya, kericuhan terjadi hingga ke berbagai wilayah di sekitaran kompleks parlemen, mulai dari Palmerah, Senayan, hingga Pejompongan. Adapun insiden rantis menabrak pengemudi ojol itu diduga terjadi di wilayah Pejompongan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polri mengusut dugaan beras fortifikasi tak sesuai label pada lima merek. Sebanyak 1.194 kemasan disita dengan nilai Rp155,2 juta.
Memori HP penuh meski foto sudah dicadangkan? Cek status backup, optimasi iCloud, fitur Google Photos, cache, dan file unduhan.
Robert Kiyosaki menyoroti lima kesalahan finansial, mulai dari terlalu banyak analisis hingga keputusan emosional, yang bisa menghambat seseorang membangun keka
Jadwal Liga Europa 22–23 Oktober 2026 menyajikan 18 laga, termasuk Juventus vs Rennes, OFI Crete vs Leverkusen, dan Bournemouth vs Milan.
MotoGP 2027 mengalami perubahan besar. Jack Miller, Brad Binder, dan Franco Morbidelli pindah ke WSBK. Simak nasib Rins dan Viñales.
Yamaha MT-125 model 2027 mendapat desain baru, jok revisi, dan layar TFT 5 inci. Apakah pembaruan ini menjadi petunjuk untuk MT-15?