Advertisement
Kode Kembang Api Jadi Penanda Massa Bergerak Jarah Rumah Sri Mulyani
Jejak-jejak massa tak dikenal yang melakukan penjarahan di rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani, terlihat di dekat gerbang utama komplek Jalan Mandar, Bintaro, Tangerang Selatan. Jarak gerbang ini ke rumah korban penjarahan sekitar 150-200 meter. Jafar Sidik - ANTARA.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Ratusan orang tak dikenal menjarah rumah Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A, Tangerang Selatan, Minggu (31/8/2025) dini hari. Sejumlah saksi mata menyebut para pelaku tersebut datang dalam dua gelombang dan melakukan aksinya setelah muncul kembang api meletus sebagai penanda.
Seorang saksi yang meminta namanya tidak disebutkan menyatakan sebelum massa bergerak menjarah rumah Sri Mulyai seperti ada aba-aba terlebih dahulu sebelum massa masuk kompleks. Sang pemberi komando juga berseru kepada massa tak dikenal agar jangan ada yang membawa motor ke dalam kompleks.
Advertisement
"Aba-aba itu adalah kembang api, karena segera setelah bunyi kembang api, massa merangsek masuk komplek," kata seorang saksi sebagaimana dilansir Antara, Minggu.
BACA JUGA: Pemda DIY-Bulog Menggelar Gerakan Pangan Murah di 78 Kemantren
Aksi penjarahan itu terjadi dalam dua gelombang. Pertama terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dan gelombang kedua terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.
Menurut saksi mata, penjarahan gelombang kedua adalah yang paling mengerikan karena melibatkan ratusan orang, bahkan mungkin seribuan orang.
"Saya hanya bisa menyaksikan dari balik tirai rumah saya saja, tak berani keluar, karena banyak sekali orang-orang yang datang," kata seorang tetangga yang meminta namanya tak disebutkan.
Adapun saksi Ali dan Jayadi yang merupakan dua tenaga Satpam yang menjaga gerbang utama yang menjadi pintu masuk ke Jalan Mandar Perumahan Sri Mulyani melihat sejumlah saksi di sana, gerakan masa terlihat berpola. Mereka berkumpul dahulu sekitar jam 12.30 dini hari, di depan komplek Jalan Mandar.
"Jumlahnya ratusan, mungkin mendekati seribuan orang," kata Ali.
"Kami tak kuasa mencegahnya, terlalu banyak," kata Jayadi.
Petugas Keamanan di Kompleks Rumah Sri Mulyani Joko Sutrisno mengatakan saat penjarahan hanya dirinya dan satu keluarga dari kerabat di rumah itu. Kerabat Sri Mulyani itu diungsikan ke rumah tetangga sebelah sebelum massa menjarah rumah tersebut.
BACA JUGA: Harga Beras di Pasar Imogiri Naik, DKUKMPP Bantul Pastikan Stok Aman
"Tapi Bu Sri [Mulyani] tidak ada di rumah kok," kata Renzi petugas keamanan yang juga diamini Joko Sutrisno.
Pelaku Bawa Drone
Menurut Renzi, Joko dan seorang prajurit TNI yang diturunkan sebagai tenaga bantuan untuk menjaga rumah itu, massa memang terlalu banyak, sehingga yang bisa mereka lakukan hanyalah menenangkan massa agar berbuat tak lebih jauh lagi, terutama membakar rumah.
Sebenarnya para tetangga sudah berjaga-jaga, setelah mengetahui lingkungan mereka tiba-tiba bising di tengah malam. Beberapa dari orang-orang yang dipastikan bukan warga sekitar tersebut, bernyanyi-nyanyi saat dalam keadaan dini hari buta.
"Jumlah mereka banyak sekali dan ada yang membawa senjata tajam," kata Renzi.
Kesaksian Renzi dibenarkan oleh video yang diambil oleh Joko Sutrisno. Seorang saksi malah mengatakan di antara para penjarah ada yang membawa drone. Berita penjarahan rumah Sri Mulyani di Bintaro ini awalnya muncul dari unggahan media sosial milik warga sekitar jam satu dini hari.
BACA JUGA: Disangka Intel, Pengemudi Ojol Tewas Dikeroyok Massa
Dari beberapa tayangan dan video yang juga diambil Joko, warga mengambil apa saja yang ada di rumah itu, termasuk televisi, isi lemari dan banyak lagi. Kini situasi di sekitar Mandar dan rumah yang disebut-sebut rumah Menkeu Sri Mulyani itu sudah kembali normal dan dijaga puluhan tentara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Skandal Goreng Saham, OJK Bekukan Aset Rp14 Triliun dan 2 Tersangka
- Drama OTT Bupati Pekalongan, KPK Tangkap Fadia Arafiq di SPKLU
- Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Cukup 25 Hari, Ini Alasannya
- Skandal Manipulasi IPO, OJK Geledah Kantor Sekuritas PT MASI di SCBD
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar
Advertisement
Sensasi Bukber di Dadap Sumilir Kulonprogo dengan Menu Iwak Kali Progo
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- BKK Keistimewaan Gunungkidul Naik Rp120 Juta
- BYD Great Tang Tantang Mercedes GLS, Rilis 5 Maret
- Langkah Leo-Bagas Terhenti di 32 Besar All England
- Sandy Walsh Main 71 Menit, Buriram Imbang
- GoTo Naikkan BHR 2026 Jadi Rp110 Miliar, Dua Kali Lipat
- Yamaha Fazzio Hybrid Starry Night Special Edition Resmi Diluncurkan
- Hizbullah Serang 3 Pangkalan Israel di Golan
Advertisement
Advertisement







