KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Tulungagung Nonaktif
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Sekolah Rakyat yang tuntas direnovasi oleh Nindya Karya. ANTARA/HO-Nindya Karya
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberi nama kurikulum Sekolah Rakyat (SR) dengan sebutan MEME.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengatakan kurikulum MEME adalah kependekan dari Multi Entry, Multi Exit. Kurikulum ini memberikan akses layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau komunitas lokal.
Mu'ti menerangkan penyelenggaraan kurikulum yang selaras dengan pola satuan kredit semester (SKS) tersebut memungkinkan murid dapat langsung mengikuti muatan, mata pelajaran, atau program lebih banyak, yang relevan dengan kebutuhan lokal tanpa terkendala oleh peserta didik lain.
“Dengan adanya kurikulum yang sesuai, sekolah ini dapat memenuhi kebutuhan lokal dan meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten,” kata Mendikdasmen Mu'ti dalam kegiatan Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta International Expo (Jiexpo) Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat (22/8/2025).
Lebih lanjut, ia menerangkan sasaran kurikulum MEME akan menyangkut peningkatan kompetensi akademik, keterampilan praktis, peningkatan partisipasi siswa serta penguatan nilai-nilai karakter, sosial serta budaya dalam pendidikan.
Untuk mewujudkan sasaran tersebut, lanjutnya, kurikulum MEME Sekolah Rakyat siap mengembangkan beberapa prinsip, di antaranya prinsip fleksibilitas yang memungkinkan murid belajar dengan cara yang paling efektif bagi mereka.
BACA JUGA: Kronologi Lengkap Penolakan Usulan Gerbong KA Khusus Perokok
Ia mengatakan pilihan metode dan waktu belajar yang bervariasi menjamin bahwa setiap murid mendapatkan pengalaman pendidikan yang sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar mereka.
“Murid dapat masuk dan menyelesaikan program pendidikan sesuai kebutuhan pribadi, sosial atau pekerjaan mereka. Ini saya kira yang berbeda dengan sekolah yang biasa,” katanya.
Adapun prinsip lainnya yang siap dikembangkan melalui kurikulum MEME Sekolah Rakyat ialah kontekstual yang memungkinkan penyesuaian materi sesuai dengan kebutuhan lokal, nilai-nilai komunitas dan kehidupan nyata atau sehari-hari para murid.
Melalui kurikulum MEME, kata Mu'ti, Sekolah Rakyat siap memberikan materi pembelajaran yang relevan dengan konteks lokal dan kebutuhan siswa, termasuk kompetensi akademik, pelajaran hidup, keahlian praktis, dan pelatihan soft skill.
“Ini bertujuan untuk menyiapkan siswa tidak hanya secara akademis, tetapi juga untuk kehidupan sehari-hari di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Elon Musk kalah dalam gugatan terhadap Sam Altman dan OpenAI. Juri menilai gugatan terlambat, Musk siap ajukan banding.
Cristiano Ronaldo masuk skuad Portugal di Piala Dunia 2026. Ini daftar lengkap pemain dan peluang juara Selecao das Quinas.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.