Advertisement
Sudah Empat Hari Kebakaran Sumur Minyak di Blora Belum Padam
Insiden kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, tiga warga setempat dilaporkan meninggal. (HO / Gunawan)
Advertisement
Harianjogja.com, BLORA—Kebakaran sumur tambang minyak di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora Jawa Tengah belum bisa dipadamkan hingga hari ke empat.
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Blora, mengupayakan pengukuran teknis empat jembatan untuk memudahkan mobilisasi alat berat guna mendukung upaya pemadaman kebakaran sumur minyak masyarakat di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo.
Advertisement
"Kami ingin memastikan akses jalan menuju lokasi kebakaran di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, bisa dilalui truk crane dan alat berat lain untuk membantu penanganan kebakaran," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR Blora Nidzamudin Al Huda di Blora, Rabu (20/8/2025).
Ia mengungkapkan, jembatan yang diukur guna memastikan alat bisa masuk ke lokasi kebakaran, yakni Jembatan Pegat, Jembatan Pilang, serta dua jembatan di Desa Gandu yang menjadi akses utama menuju lokasi.
Pemeriksaan yang dilakukan, meliputi lebar jembatan, daya dukung struktur, hingga kondisi jalan pendekat.
BACA JUGA: Wakil Ketua DPR: Gaji Tidak Naik, Cuma Tunjangan Beras 12 Juta per Bulan
"Jika ditemukan titik lemah, segera kami lakukan perkuatan agar mobilisasi alat berat bisa aman," ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian pemeriksaan mencakup aspek geometri jembatan (lebar efektif, tinggi bebas, dan radius tikungan), kekuatan struktur (lantai kendaraan, gelagar, dan bangunan bawah), kelayakan beban (verifikasi muatan sumbu terberat/MST sesuai spesifikasi truk crane), serta akses oprit (pemadatan jalan pendekat agar alat berat tidak terguncang berlebih).
Menurut dia, truk crane akan digunakan untuk mendukung penanganan teknis di sekitar sumur minyak, termasuk pemasangan peralatan khusus guna mengendalikan semburan api.
"Kami harus pastikan mobilisasi berjalan lancar. Jangan sampai jembatan tidak siap menahan beban, karena risikonya sangat besar," ujarnya.
Selain PUPR, pihak kepolisian, BPBD, dan Pertamina juga memantau kesiapan akses jalan. Mobilisasi alat berat akan dilakukan bertahap dengan pengaturan lalu lintas khusus, termasuk kemungkinan sistem buka-tutup jalan saat truk crane melintas.
Sementara itu, warga yang sempat mengungsi berharap proses pemadaman segera tuntas. "Kami berharap semua cepat selesai, supaya tidak was-was lagi," kata Sukarni, warga Dukuh Gendono.
Kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono diperkirakan terjadi pada Minggu (17/8/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.
Akibat peristiwa tersebut, tercatat ada tiga orang meninggal dan dua orang mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Lagi, Tiga Prajurit Indonesia Terluka dalam Ledakan di Lebanon
Advertisement
Advertisement








