Anak Sulit Membaca? Kenali Tanda Disleksia Sejak Dini
Kenali tanda disleksia pada anak saat belajar membaca, mulai sulit mengenali huruf hingga membaca lambat dan kesenjangan nilai akademik.
Ratusan warga membawa bantuan yang mereka terima dari truk yang memasuki Jalur Gaza utara, di jalan utara Kota Gaza, Palestina (22/6/2025). ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan Pemerintah Indonesia berupaya mengirimkan bantuan beras sebanyak 10 ribu ton ke Palestina melalui jalur darat.
“Kita akan mengirimkan bantuan 10 ribu ton beras, yang menurut kami, kalau misalnya dilakukan itu sebaiknya lewat jalur darat. Itu yang kita upayakan,” kata Sugiono dalam wawancara singkat di Jakarta, Kamis.
Masih belum diketahui kapan pengiriman bantuan beras tersebut akan dilaksanakan.
Selain itu, Sugiono juga mengatakan bahwa Indonesia mendapatkan undangan untuk mengirim bantuan melalui udara (airdrop) yang dikoordinasikan oleh Yordania dan Uni Emirat Arab (UAE).
“Ini bantuan (airdrop) di luar beras ya. Bantuan lain,” tegas Sugiono, meski dia tidak merinci bantuan apa saja yang direncanakan diberikan melalui airdrop tersebut.
BACA JUGA: Dishub Bantul Berencana Buat Marka Zona Selamat Sekolah di 10 Titik Tahun Depan
Pada hari yang sama, Direktur Kerja Sama Pembangunan Internasional Kemlu RI Rina Setyawati mengatakan bahwa komitmen Indonesia dalam membantu rakyat Palestina ditunjukkan melalui berbagai bantuan berkesinambungan dalam bentuk peningkatan kapasitas dan bantuan kemanusiaan.
Rina mengatakan bahwa rencana pengiriman bantuan beras tersebut merupakan salah satu komitmen bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
“Persiapan pengiriman bantuan tersebut masih terus dikoordinasikan dengan pemerintah Palestina serta pihak terkait lainnya guna memastikan bantuan tersebut dapat sampai dan diterima oleh rakyat Palestina,” kata Rina.
Pada 3 Agustus 2025, Sugiono mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dari komitmen konkret Pemerintah Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina yang merupakan “amanat konstitusi dan komitmen kebangsaan”.
Sejauh ini, Indonesia telah menyalurkan lebih dari 4.400 ton logistik dan ratusan miliar rupiah untuk memasok bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, kata Sugiono.
Pada Rabu (6/8), Otoritas dalam negeri Gaza mendesak dihentikannya penerjunan bantuan kemanusiaan via udara karena justru dapat memperburuk situasi di Jalur Gaza dan menimbulkan korban jiwa baru.
"Menerjunkan bantuan kemanusiaan menyebabkan peningkatan korban jiwa di kalangan masyarakat akibat berdesak-desakan saat saling berebut bantuan. Di beberapa kasus, bahkan ada korban tewas," kata Kementerian Dalam Negeri Gaza dalam pernyataannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kenali tanda disleksia pada anak saat belajar membaca, mulai sulit mengenali huruf hingga membaca lambat dan kesenjangan nilai akademik.
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Jakarta 18 September 2026 dan disiapkan mendukung penanganan karhutla.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.