Advertisement
Ratusan Warga Israel Demo Menuntut Penghentian Perang di Gaza
Ratusan warga membawa bantuan yang mereka terima dari truk yang memasuki Jalur Gaza utara, di jalan utara Kota Gaza, Palestina (22/6/2025). ANTARA/Xinhua - Rizek Abdeljawad
Advertisement
Harianjogja.com, ISRAEL—Ratusan warga Israel berdemonstrasi di dekat kantor pusat Kementerian Pertahanan di Tel Aviv pada Selasa malam, menuntut diakhirinya perang di Gaza dan pembebasan para sandera.
Para demonstran memblokir Jalan Raya Ayalon - yang melewati kementerian - dengan membakar ban mobil, lapor Channel 12 Israel.
Advertisement
Di antara para pengunjuk rasa terdapat keluarga sandera Israel yang ditawan di Gaza, yang bergabung dalam unjuk rasa untuk menyatakan penolakan mereka terhadap keputusan pemerintah untuk melanjutkan perang di Gaza, kata media tersebut.
Aksi protes ini muncul di tengah mandeknya negosiasi gencatan senjata dan pertukaran tahanan dengan Hamas.
Minggu lalu, Israel menarik diri dari perundingan tidak langsung dengan Hamas di Doha karena ketidaksepakatan mengenai isu-isu utama seperti penarikan penuh pasukan dari Gaza, diakhirinya perang, pembebasan tahanan Palestina, dan mekanisme pengiriman bantuan kemanusiaan.
Hamas telah berulang kali menyatakan kesediaannya untuk membebaskan semua sandera Israel sekaligus dengan imbalan gencatan senjata permanen, penarikan penuh Israel, dan pembebasan tahanan Palestina.
Oposisi Israel dan keluarga sandera menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghalangi kesepakatan penuh demi kesepakatan parsial yang memungkinkannya memperpanjang perang.
Langkah ini, menurut keluarga sandera, didorong oleh kepentingan politik, karena khawatir pemerintahannya akan runtuh jika sayap kanan ekstremnya menarik diri demi mengakhiri perang.
Tel Aviv memperkirakan 50 warga Israel masih ditawan di Gaza, termasuk 20 orang yang diyakini masih hidup. Sementara itu, Israel menahan lebih dari 10.800 tahanan Palestina, banyak di antaranya menghadapi penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, menurut kelompok hak asasi Palestina dan Israel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
Advertisement
Advertisement







