Advertisement
Cegah Beras bermasalah, Satgas pangan Polri Awasi 63.688 Pasar
Beras / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Satgas Pangan Polri melakukan pengawasan terhadap 63.688 pasar guna mencegah adanya produk beras bermasalah, seperti mutu yang tidak sesuai standar, di tengah masyarakat.
“Satgas Pangan Polri juga melakukan tindakan-tindakan preventif yang tentunya melakukan pengawasan dan mengawal kurang lebih 63.688 pasar yang harus diawasi,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko di Jakarta, Jumat.
Advertisement
Puluhan ribu pasar tersebut, kata dia, terdiri dari sekitar 9.000 pasar tradisional dan sekitar 53.000 lebih ritel modern.
Trunoyudo mengatakan langkah pengawasan ini merupakan wujud nyata Polri dalam menangani kasus beras bermasalah dari hulu ke hilir dengan tidak hanya melaksanakan penegakan hukum.
“Maka dari itu, pemantauan dan pengawasan tentu tetap dilakukan,” ucapnya.
BACA JUGA: 18 Agustus 2025 Ditetapkan Sebagai Hari Libur, Siap-siap Ada Long Weekend
Lebih lanjut, Trunoyudo mengatakan bahwa Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memastikan stok pasokan beras di lapangan tidak akan terganggu dengan adanya penanganan kasus beras tak sesuai mutu.
“Sehingga kemudian masyarakat juga tetap mendapatkan beras sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat,” imbuhnya.
Diketahui, Satgas Pangan Polri tengah menangani kasus produsen beras yang memproduksi beras tidak sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.
Pada Jumat ini, Satgas Pangan Polri menetapkan tiga tersangka kasus dugaan pelanggaran standar mutu beras.
Ketiganya merupakan karyawan produsen beras PT FS, yaitu KG selaku Direktur Utama PT FS, RL selaku Direktur Operasional PT FS, dan RP selaku Kepala Seksi Quality Control PT FS.
Modus operandi yang dilakukan para tersangka adalah melakukan produksi dan memperdagangkan beras premium tidak sesuai standar mutu SNI Beras Premium Nomor 6128:2020 yang ditetapkan Permentan Nomor 31 Tahun 2017 tentang Kelas Mutu Beras dan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Mutu dan Label Beras.
Adapun PT FS merupakan salah satu dari empat produsen beras nakal yang naik ke tahapan penyidikan.
Sementara itu, tiga produsen beras lainnya yang saat ini masih dalam tahap penyidikan adalah PT PIM, toko SY, dan PT SR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
Advertisement
Advertisement







