Advertisement
Menteri P2MI Resmikan Desa Migran Emas di Wonosobo
Ilustrasi pekerja migran / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, WONOSOBO—Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, Rabu, meresmikan "Desa Migran Emas" pada tiga desa, di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng), dan menargetkan pertumbuhan ekonomi setempat.
Ketiga desa tersebut adalah Desa Jlamprang, Kuripan, dan Desa Margosari, di Kabupaten Wonosobo, Jateng, kata Karding dalam acara peresmian tersebut, sebagaimana keterangan Kementerian P2MI di Jakarta, Rabu.
Advertisement
"Desa Migran Emas ini adalah gotong royong dari semua stakeholder yang ada di suatu desa untuk memberikan layanan pelindungan terhadap pekerja migran Indonesia," kata Menteri P2MI tersebut.
Ketiga desa tersebut diproyeksikan menjadi model pengelolaan migrasi pekerja secara aman, legal, dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi desa.
Adapun bentuk layanan yang disediakan di ketiga desa tersebut meliputi layanan informasi, sosialisasi, literasi, pendampingan usaha dan juga informasi lain yang dibutuhkan untuk meminimalkan pemberangkatan pekerja migran secara ilegal.
Karding menekankan bahwa Desa Migran Emas merupakan elemen penting dalam membangun tata kelola pekerja migran secara terstruktur mulai dari tingkat desa.
"Ini kalau dikelola, bisa jadi uang besar. Kalau dikelola, jadi manfaat. Kalau dikelola, jadi berkah untuk masyarakat kita," ujar Karding di hadapan kepala desa dan warga setempat.
Dia mencontohkan Desa Bumidaya di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, sebagai role model. Dari 2.000 penduduk desa itu, sekitar 250 di antaranya bekerja di Taiwan dan mengirim devisa rutin hingga Rp500 juta per bulan ke desa.
"Kenapa bisa? Karena ada ekosistem migran yang dikelola bersama oleh kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat. Itu yang harus kita tiru," katanya lagi.
Menurut Karding, dana remitansi yang masuk ke desa dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperkuat ekonomi lokal, bahkan mendongkrak pendapatan daerah jika dikelola dengan baik.
Dia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat desa, hingga masyarakat, untuk bergotong royong memastikan tata kelola migrasi yang aman dan prosedural.
"Kita ingin semua yang berangkat ke lu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Prancis Tegaskan Greenland Bukan Milik AS di Tengah Klaim Trump
- Akun Instagram Laras Faizati Dimusnahkan, iPhone 16 Disita Pengadilan
- Arus Kendaraan di Jalan Tol Meningkat Jelang Libur Isra Mikraj
- Banjir Bandang di Pulau Siau Sulawesi Utara Berdampak pada 1.377 Warga
- Dokter Peringatkan Risiko Penyakit Pekerja Lapangan Saat Banjir
Advertisement
Gudang Kayu di Bantul Terbakar, Kerugian Capai Rp48 Juta
Advertisement
Way Kambas Tutup Sementara Wisata Alam karena Konflik Gajah Liar
Advertisement
Berita Populer
- Gajah Liar Mengamuk di India, 20 Orang Tewas
- Microsoft Lens Ditutup 2026, Ini Cara Akses Arsip Lama
- Hasil India Open 2026: Putri KW Tembus Perempat Final
- VinFast Luncurkan 4 Skuter Listrik 2026 dengan Sistem Swap
- ADHI Pastikan Proyek Jalan Tol DIY Tepat Waktu
- Pidato Guru Besar UGM, Zainal Arifin Kritik Otoritarianisme
- Kontrak 3,5 Musim, Fajar Jadi Rekrutan Pertama Persija
Advertisement
Advertisement



