Prabowo Setujui Desain Kawasan Legislatif di IKN, Ini Lokasinya
Presiden Prabowo menyetujui desain kawasan legislatif dan yudikatif IKN, ditargetkan rampung pada 2027.
Ilustrasi Perumahan. / Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkap hasil pertemuan perdana usai Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berkomitmen turut mendukung pembangunan proyek 3 juta rumah.
BACA JUGA: Danantara Minta Himbara Kucurkan Rp130 Triliun untk Bangun 3 Juta Rumah
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatakan bahwa komitmen Danantara yang hendak memberikan dukungan Rp130 triliun untuk sektor perumahan itu bakal bersumber dari alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Himpunan Milik Negara (Himbara).
“Dan dari diskusi awal, tadi sudah disampaikan juga dari Danantara bahwa dukungan Rp130 triliun itu adalah exercise awal untuk likuiditas dari kebijakan KUR, sebenarnya ya dari KUR eksisting,” jelasnya saat ditemui di Menara Mandiri II, Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Lebih lanjut, Heru menyebut pihaknya bersama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) nantinya masih akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian mengenai rencana relokasi anggaran KUR tersebut untuk mendukung pembiayaan perumahan.
Meski demikian, Heru belum dapat memastikan ke depan skema apa yang bakal digunakan untuk menyalurkan likuiditas tersebut.
“Nanti akan di-shifting ke sektor perumahan untuk bisa mendukung sisi supply yang bentuknya akan seperti apa [masih belum ditentukan]. Atau dukungan juga dari sisi demand ya mungkin bisa berupa KPR, kredit renovasi rumah maupun kredit bangun rumah. Nah desainnya akan seperti apa, jadi itu yang nanti akan segera kita follow up di working group,” tegasnya.
Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani menegaskan pihaknya berkomitmen untuk memberikan pembiayaan senilai Rp130 triliun untuk mendukung pelaksanaan program 3 juta rumah.
Rosan menjelaskan, dirinya telah menginstruksikan pada seluruh Bank Himpunan Milik Negara (Himbara) serta industri keuangan terafiliasi pelat merah untuk dapat memberikan pendanaan tersebut.
Adapun, daftar Bank Himbara yang disebut bakal berkontribusi memberikan dukungan pembiayaan dengan nilai mencapai Rp130 triliun itu di antaranya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS).
“Seluruh Bank Himbara plus BSI dan juga dengan BTN jadi ada 5 bank untuk memberikan pendanaan kepada perumahan yang nanti akan dibangun oleh Pak Ara. Sampai akhir tahun ini kurang lebih kami sudah hitung bisa capai Rp130 triliun,” jelasnya dalam unggahan di akun Instagram, Menteri PKP Maruarar Sirait, dikutip Selasa (17/6/2025).
Meski demikian, Rosan meminta agar Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait untuk dapat melakukan pengawasan ketat terhadap penyaluran rumah tersebut guna memastikan bisnis industri keuangan pelat merah tersebut tetap terjaga.
“Kita akan full support tapi harapannya, tentu karena ini perbankan juga punya kriteria-kriteria yang harus dijalankan, mohon supaya ini juga bisa berjalan sesuai aturan yang ada,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Presiden Prabowo menyetujui desain kawasan legislatif dan yudikatif IKN, ditargetkan rampung pada 2027.
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Beta Mom, gaya asuh santai yang viral di TikTok dan Wall Street Journal. Lawan helicopter parenting, fokus pada fleksibilitas dan kebahagiaan ibu-anak.
Animaccord membantah tuduhan bahwa Masha and the Bear menjadi alat propaganda Rusia. Studio menegaskan serial itu hanya mengusung nilai persahabatan dan imajina
Maroko lebih diunggulkan menghadapi Kanada pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 berkat pengalaman, organisasi permainan, dan performa konsisten.
Pelaku usaha pigura di Sleman tertekan akibat kenaikan harga kaca dan kayu hingga 40 persen. Di saat yang sama, penjualan dilaporkan turun hingga 50 persen.