Advertisement
Tabrak Motor di Pelintasan Sebidang, KA Malioboro Ekspres Alami Kerusakan
Petugas mengevakuasi motor seusai kecelakaan dengan KA Malioboro Ekspres. - Espos.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—KA Malioboro Express tabrak sebuah motor di pelintasan sebidang di JPL No.08 atau Km 176+586 emplasemen Magetan pada Senin (19/5/2025). Akibat kejadian tersebut, KA Malioboro Express mengalami beberapa kerusakan.
Manager Humas Daop 7 Madiun Rokhmad Makin Zainul menyampaikan Pusat Pengendali Operasi KA (Pusdalopka) menerima informasi dari masinis KA Malioboro Ekspres terkait kejadian tertemper motor di pelintasan tersebut pada pukul 12.49 WIB.
Advertisement
"Saat ini KAI bersama pihak terkait tengah melakukan penyelidikan untuk memperoleh gambaran utuh terkait kronologi kejadian di JPL 08 tersebut," katanya, Senin (19/5/2025).
Akibat kejadian tersebut, KA Malioboro Ekspres mengalami kerusakan pada beberapa bagian. Ia mengimbau agar pengguna jalan agar waspada, memperhatikan sekitar, dan mematuhi aturan di pelintasan sebidang guna menjaga keselamatan.
“Keberadaan palang pintu dan penjaga pelintasan hanyalah alat bantu keamanan semata. Alat utama keselamatan di pelintasan ada pada rambu-rambu lalu lintas, termasuk diantaranya rambu tanda stop. Jadi tentunya, disiplin berlalu lintas dan kehati-hatian saat akan melewati pelintasan sebidang menjadi kunci keselamatan bagi diri kita dan perjalanan kereta api,” katanya.
Sesuai UU No.23/2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 menyatakan kewajiban pengguna jalan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api. Selain itu, dalam UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114, dan sanksinya tercantum dalam Pasal 296 yang mengatur bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain; mendahulukan kereta api, dan; memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.
Dia juga mengingatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di pelintasan sebidang menjadi kunci keselamatan, dengan cara mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.
“Keselamatan berlalu lintas di pelintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab KAI dan pemerintah daerah setempat, namun juga menjadi tanggung jawab kita semua, termasuk pengguna jalan raya di perlintasan sebidang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Wisatawan Nekat Terobos TPR Parangtritis demi Hindari Tiket Masuk
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
Advertisement
Advertisement







